Akhirnya pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan harga BBM sekitar 28.7% mulai pukul 00.00, hari Sabtu ini (atau sekitar dua jam lagi dari sekarang), tanggal 24 Mei 2008. Harga premium menjadi Rp 6000, minyak tanah Rp 2500, dan solar Rp 5500. Selain itu, pemerintah mulai besok hari akan membagikan program kompensasi BBM yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Kantor Pos. Demikian berita yang menghiasi Detik.com.
Kebetulan sedang di jalan, malam ini Bandung saya rasakan heboh. Di dua SPBU Jalan Terusan Pasteur, antrian kendaraan sangat panjang. Bahkan pada pukul 19.30 tadi, satu SPBU di samping Hotel Grand Aquila sudah tidak menerima antrian kendaraan baru. “Beak .. beak”, demikian teriak salah satu petugas di pintu masuk SPBU.
Hal yang sama terjadi di SPBU Jalan Dipatiukur, antrian kendaraan berjubel membuat Jalan Dipatiukur macet. Angkot dan kendaraan lain pun harus mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan tersebut. Demikian sekilas pengamatan saya di bilangan Jalan Dipatiukur, sambil menunggu martabak manis keju susu khas Bogasari favorit saya sejak indekos di Sekeloa beberapa tahun silam.
Saya sendiri sebetulnya ingin turut serta dalam kehebohan mengisi bahan bakar sebelum kenaikan berlaku. Tapi melihat antrian yang sedemikian panjang, ‘muntir’ juga saya. Dengan berlakunya kenaikan harga BBM beberapa saat lagi, apa yang akan terjadi besok ya ..


ini negara emang sudah salah urus pak. capek saya pak ama pemimpin kita.
Saya sependapat dengan Pak Isal, saya juga mumet Pak hal-hal semacam ini terus membuat rakyat kecil makin sengsara.
BBM makin mahal, gas elpiji untuk menghidupi keluarga makin susah didapatkan, minyak tanah sebagai alternatif sering langka, kompor listrik pun susah didapatkan. Oh .. negeriku tercinta ..
Terimakasih atas kunjungannya Pak Isal, salam.