jump to navigation

Situs Karangkamulyan – Legenda Ciung Wanara Juni 20, 2008

Posted by ybandung in Wisata & Kuliner.
trackback

Dalam perjalanan pulang dari Pangandaran ke Bandung tahun 2005 lalu, singgahlah kami di sebuah Obyek Wisata Budaya Karangkamulyan di Kabupaten Ciamis. Konon, situs ini merupakan peninggalan sang legenda Ciung Wanara. Saya kira menarik sekali cerita mengenai legenda Ciung Wanara seperti diceritakan oleh Mba Mira Marsellia di sini dan juga hikmah yang disampaikan oleh Mas Awan Sundiawan di sini sebagai berikut (Hatur nuhun Mba Mira dan Mas Awan untuk sharingnya):

Yang saya ketahui bahwa kata Karangkamulyan berasal dari Karang (batu) dan kamulyaan (kemulyaan) jadi Karangkamulya(a)n berarti Batu yang memiliki kemuliyaan, mengapa demikian? Karena ketika Ciung Wana mengeluh ayamnya kalah dia duduk disebuah batu kemudian ayam itu dimandikan oleh air yang mengalir dari mata air, maka mata air itu disebut “Cai kahuripan” (Air kehidupan). Akhirnya ayam Ciung Wanara jadi segar kembali dan memenangkan pertandingan adu ayam.

Dari cerita di atas dapat kita ambil hikmahnya, bahwa mata air yang segar yang berasal dari tumbuhan akan menyegarkan badan (kehidupan) kita. Nah coba kita renungkan disekeliling kita, apakah mata air itu masih segar? Apakah mata air itu masih bersumber dari pepohonan yang hijau?

Kesan saya, suasana situs ini sangat tenang meskipun berada di pinggir jalan raya. Rindangnya pepohonan di area ini memberikan kesan sangat teduh sekaligus menyegarkan. Sangat cocok untuk refreshing sekalian mengenal situs peninggalan sejarah.  Tampak di foto paling bawah adalah tempat sabung ayam Ciung Wanara. Galeri foto-foto yang lain ada di sini.

About these ads

Komentar»

1. Harjo - Juni 20, 2008

Sorry mas, gk nyambung nih …
Bisa bantu saya, saya lagi ada masalah nih dengan HP saya …
Makasih ya …

2. Rita - Juni 22, 2008

Prasaan dah pernah kesana….. Hampir lupa berhubung udah lama di sorowako hehe :D

3. ybandung - Juni 22, 2008

@ Harjo:

Hehe .. bermasalah dengan apa Mas Hari ..

@ Rita:

Halo Mba Rita .. terimakasih telah berkunjung dan atas komentarnya.

Kalau saya pribadi masih menyimpan keinginan untuk bisa tour de Sulawesi, sampai saat ini saya baru menginjakkan kaki di bandara Ujung Pandang dan Manado saja .. itu pun karena transit pesawat hehe ..

Salam dari Bandung, Bandung.

4. leni - Maret 30, 2009

karangkamulyan emang tempat yang nyaman banget and paling enak buat liburan.he…..heee…….
aku orang asli karangkamulyan lhoo…………………..

budi cineung - Agustus 29, 2010

emang leni dimana di karangna,?

5. arif nurhidayat - September 29, 2009

MM karangkamulyan is the best lah……
n pstie sru buanget…
lw gprcya knjungi z…..
jl. banjar km. 16,4….

6. kencana group - Oktober 17, 2009

karangkamulyan tempat yang indah dan tepat pas untuk istirahat perjalanan dari Kuningan ke Pangandaran atau sebaliknya, saya pasti istirahat dan makan disini, tiap tahun kalau berkunjung ke Pangandaran, sangat sejuk dan rimbun.

Terima kasih untuk sharingnya.

7. titi - November 6, 2009

teh foto na ditambahan deui atuh,anu sae-sae !!!!!!!!! abdi hoyong ningali cai kahirupan….

8. edi setiawan - November 21, 2009

estetika paradoks
karuhun urang sunda

9. sany gumilar - Desember 27, 2009

ciungnwanara is the best

Semoga sukses.

budi cineung - Agustus 29, 2010

sipp lah,,,,,,,,

10. budi cineung - Agustus 29, 2010

tempat saya di besarkan gitu lho…..
i miss you all at karang kamulyan city,,,,

11. dadang padmadiredja - Oktober 2, 2010

karang kamulyan teh sasatna bali geusan ngajadi, geus puluhan taun teu mulang..kumaha wartosna ayeuna nya….emh…. inget keneh keur sakola di SMP Cisaga, lamun aya anu jararah ka dinya sok milu tawur (lain tawuran)….ah, waas… mugia we aya kasempetan pikeun nganjang ka dinya…
Mani asa na kongkolak panon..

12. dadang padmadiredja - Oktober 22, 2010

Kamari kungsi nganjang ka Karang Kamulyan, puguh we mani ngajenghok, mani beda pisan jeung baheula, sanajan situs-situsna mah henteu robah. Ngarasaan tiisna Cikahuripan, neuteup ” Ki Dulur ” anu tinggarantung, sarta ngadangukeun sajarah Ciung Wanara ti juru kunci.
Ah, kasono tèh kaubaran sanajan ukur sajorèlat….


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 97 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: