Seperti diberitakan oleh Okezone edisi 23 Oktober 2008 dan Ardan FM 24 Oktober 2008, lensa kontak dapat menyebabkan kebutaan, sebuah hasil penelitian di University of La Laguna. Kurang terjaganya kebersihan lensa kontak dapat menjadi surga bagi protozoa penyebab kebutaan yaitu Acanthamoeba.
Menurut Wikipedia, Acanthamoeba yang berukuran panjang antara 15–35 mikrometer ini merupakan salah satu jenis Amoeba yang dapat mudah dijumpai di tanah, air, atau habitat lainnya. Acanthamoeba dapat menyebabkan penyakit yang disebut sebagai amoebic keratitis, yaitu peradangan bagian kornea mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Serangan penyakit ini biasanya ditemukan akibat penggunaan lensa kontak.
Protozoa patologis ini tidak dapat dimatikan dengan cara pembersihan biasa. Ketika pengguna merendam lensa kontak di dalam cairan pembersih lensa, lensa kontak akan terkontaminasi Acanthamoeba. Secara tidak langsung, lama kelamaan protozoa tersebut akan kontak langsung dengan mata dan berpotensi menyebabkan kebutaan.
Menurut peneliti University of La Laguna, Dr. Basilio Valladares, kebiasaan mencuci lensa kontak yang menyebabkan kondisi tersebut di atas akan semakin berbahaya karena Acanthamoeba tidak dapat dibunuh hanya dengan proses pembersihan normal. Amoeba ini hanya dapat dibunuh dengan cairan antibiotik Ciprofloxacin dan cairan antiseptik Chlorhexidine dengan konsentrasi tinggi. Cairan pembersih Chlorhexidine yang ada saat ini belum memiliki konsentrasi yang cukup tinggi.
Sebuah penelitian di Tenerife – Spanyol terhadap 153 pengguna lensa kontak menemukan bahwa 90 lensa kontak terkontaminasi Acanthamoeba. Sekitar 30 persen dari jumlah tersebut dinyatakan terkontaminasi protozoa patologis yang beresiko tinggi menyebabkan kebutaan.
Semoga Dr. Valladares atau tim peneliti lain dapat menemukan solusi yang dapat membunuh spesies pathogen tersebut, sehingga menurunkan resiko kebutaan bagi pengguna lensa kontak.

