jump to navigation

Pengalaman Legalisir Ijazah SMP Luar Negeri di Depdiknas Jakarta Januari 10, 2009

Posted by ybandung in Kisah dan Pengalaman Pribadi.
trackback

Beberapa hari lalu saya diminta bantuan Om Tim, om-nya Erina yang tinggal di Kota Kupang, untuk melegalisirkan ijazah SMP di Depdiknas Jakarta. Ceritanya Om Tim, diterima sebagai CPNS di sebuah departemen di Manggarai, Flores. Beberapa lembar fotokopi ijazah SD sampai pendidikan terakhir yang telah dilegalisir diminta sebagai kelengkapan administrasi.

Mengacu ke Undang-Undang No. 59 Tahun 2008, ijazah SD dilegalisir di sekolah yang menerbitkan atau dinas pendidikan di atasnya. Meluncurlah Pakdhe Unggul ke Delanggu-Klaten untuk memintakan legalisir ijazah SD, beres. Sementara Om Tim mengurus legalisir ijazah SMA dan perguruan tinggi di Kupang.

Legalisir Ijazah SMP dari Luar Negeri

Saya bertugas untuk meminta legalisir ijazah SMP di Depdiknas Jakarta, karena ijazah SMP tersebut diterbitkan di luar negeri yaitu oleh SMP Negeri 2 Suai, Kabupaten Covalima yang sekarang telah menjadi bagian negara Timor Leste. Melihat di website www.depdiknas.go.id, legalisir harus dimintakan di Bagian Tata Laksana, Gedung E Lantai 5, Departemen Pendidikan Nasional di Jalan Jend. Sudirman Jakarta, Telp. 021–5725612.

Hari pertama saya datang, pejabat yang berwenang melegalisir yaitu Kepala Bagian Tata Laksana, Dr. Jusuf, tidak berada di tempat. Ijazah dan NEM berikut masing-masing 20 lembar fotokopinya saya tinggal di staf urusan legalisir SD/SMP/SMA. Hari berikutnya, hari kedua, saya menelpon ke nomor di atas untuk mengkonfirmasikan apakah legalisir sudah selesai dan bisa saya ambil. Saya mendapat informasi kalau hari besok bisa saya ambil sekitar jam 10 siang. Tips: Sebaiknya menelpon terlebih dahulu untuk membuat janji bertemu dengan staf urusan legalisir ijazah.

Keesokan harinya, hari ketiga, seperti di hari pertama saya meluncur ke Jakarta menggunakan Cipaganti Shuttle jurusan Pondok Indah dan berhenti tepat di depan Gedung Depdiknas yang bersebelahan dengan Ratu Plaza. Kemudian menyeberang melalui jembatan penyeberangan Halte Busway Bundaran Senayan di depan mata.

Langsung menuju kantor Bagian Tata Laksana di Gedung E, di sana bertemu dengan seorang ibu dari Semarang yang hendak melegalisir fotokopi ijazah SD yang diterbitkan di Dilli, Timor Timur sebelum merdeka menjadi negara Timor Leste. Rupanya ibu ini kebingungan, karena ijazah SMA anaknya dikeluarkan oleh SMA di Pontianak. Selain mahalnya biaya ke Pontianak, legalisir harus diserahkan dalam dua hari mendatang. Ditanyakan di kantor Bagian Tata Laksana tersebut apakah bisa sekalian dimintakan legalisir, ternyata tidak bisa dan harus ke sekolah yang menerbitkan. Seorang staf urusan transfer sekolah SD/SMP/SMA dari luar negeri, Pak Marwan, menunjukkan berkas Undang-Undang No. 59 Tahun 2008 dan menjelaskan bahwa aturannya memang demikian adanya.

Setelah menunggu beberapa lama, staf urusan legalisir ijazah datang dan menyerahkan ijazah dan NEM asli berikut berkas fotokopi yang telah dilegalisir. Saya menanyakan biaya administrasi atas pengurusan legalisir ijazah tersebut. Dijawab “terserah Bapak” dan saya pun bingung harus membayar berapa.

Saya pribadi berharap semoga layanan-layanan masyarakat dari pemerintah seperti layanan legalisir ijazah tidak dipungut biaya alias gratis. Toh, masyarakat telah membayar berbagai jenis pajak yang tidak kecil ke pemerintah. Saya kira masyarakat dari berbagai wilayah nusantara sudah sangat terbebani dengan biaya transportasi berikut akomodasi untuk mengurus legalisir ijazah di ibukota Jakarta. Saya membayangkan betapa beratnya rakyat kecil di perbatasan Timor Timur, di Atambua atau Silawan NTT misalnya, yang harus datang ribuan km ke Jakarta untuk melegalisir ijazah SD atau SMP, karena sekolah putra putrinya kini telah menjadi bagian dari negara lain. Semoga ada solusi dari pemerintah pusat untuk meringankan beban masyarakat tersebut. Semoga, “Legalisir ijazah, kini su (sudah) dekat”.

Pulang ke Bandung dari Senayan

Beberapa kali pergi ke Kantor Depdiknas di daerah Senayan-Jakarta ini, saya masih mencari transportasi ke Bandung yang relatif mudah didapatkan. Terpikir, saya bisa ke stasiun Gambir dengan naik busway. Namun perjalanan kereta cukup memakan waktu kurang lebih 3.5 jam, belum waktu menunggu sampai kereta diberangkatkan. Suatu ketika, saya berinisatif untuk pergi ke Blora menggunakan busway turun di Halte Tosari, dekat stasiun Sudirman. Di sana ada Cipaganti dan Xtrans, sehingga memberikan pilihan lebih banyak.

Nah, dua kali pulang dari Depdiknas mengurus legalisir ijazah ini, saya menggunakan Primajasa Travel yang salah satu pointnya ada di Ratu Plaza/Gedung Bank Panin, berangkat setiap dua jam sekali, nomor telepon (021) 9897 5574. Meski sudah beroperasi sekitar setahunan, rupanya Primajasa belum memiliki kantor alias bergerilya di pelataran parkir.

Dengan alasan dekat Depdiknas dan cukup familiar dengan brand Primajasa, saya pun memilih travel ini yang bertarif umum seperti yang lain, Rp 70.000. Travel ini menggunakan kendaraan berplat kuning bertuliskan Primajasa Tour, berkapasitas 10 orang. Pulang pertama, ada dua penumpang. Pulang kedua, saya sendirian. Dengan alasan pelayanan, Primajasa memberangkatkan armadanya meskipun hanya ada satu penumpang. Primajasa berhenti sebentar di Check Point, Tol Cikampek KM 54, untuk selanjutnya berakhir di kantor Primajasa Tour, Jalan Cipaganti-Bandung. Informasi dari pengemudi, pelanggan bisa menitipkan kendaraannya di kantor/mesh Primajasa Tour.

About these ads

Komentar»

1. mulyanto - Januari 12, 2009

wah gara2 timtim pisah, jadi sekolah di luarnegeri yah. Jadi bingung, berarti SMP Negeri 2 Suai masih ada sekarang yah? Kenapa jadi luar negeri bukan sekolah yg telah tutup.

Hallo Mas Mul .. mungkin benar dua-duanya ya, dan untuk itulah legalisir harus dilakukan di Depdiknas pusat. Karena sekali pun sekolah telah tutup, kita tidak bisa mengajukan legalisir di dinas pendidikan di atasnya karena juga telah tiada alias telah menjadi negara lain.

2. Dwi - Januari 21, 2009

Beruntung saya tidak pernah legalisir ijazah lagi karena kerja di swasta. Ijazah SD, SMP dan SMA tidak pernah dipakai, yg dipakai paling-paling fotocopy ijazah universitas, tapi tidak dilegalisirpun juga tidak apa-apa asal bisa menunjukkan yg asli apabila diminta. Saya selama ini cuma pakai fotocopy ijazah yang sudah dilegalisir, lalu saya fotocopy lagi. Beres. Betapa rumitnya jadi PNS ya. Birokrasi rumit dan biaya yang dikeluarkan juga mahal. Pusing deh….

Beruntung Mba Dwi ya kalau kerja di swasta .. mau jadi PNS ribet dan mahalnya bukan kepalang. Pusing dech ..

3. aditya - Januari 22, 2009

Wah apalagi saya deh om, ijazah S1, S2 entah dimana?

Jangan-jangan masih di loketnya Pak M. Toha BAA Mas Didit hehe ..

4. liza - Juli 29, 2009

mau nanya juga niy…ijazah saya kan udah di akreditasi DIKTI niy.. sekarang mo dilegalisisr.. gimana ya prosesnya?

5. ririsma - September 4, 2010

terimakasih yah atas informasina, sangat berguna untuk saya, sebagai salah satu lulusan Universitas Lampung. Daripada harus bolak balik Lampung Jakarta, mending saya meluncur langsung ke Depdiknas, dekat dengan kantor saya pula, di Jendral Sudirmat..

6. seno - Januari 14, 2012

terima kasih..atas infonya

7. Tatang Indra Kusuma - September 30, 2013

saya punya masalah dengan izajah, izajah saya hilang yang aslinya tapi potokopinya ada, apa yang saya harus lakukan agar bisa mendapatakan izajah yang aslinya lagi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: