Pada waktu itu, hp kami jatuh di dekat rumah dan tidak sampai 5 menit telah raib yang menurut orang di sekitar kejadian telah diambil orang yang kebetulan lewat di jalan. Ya sudah, barangkali telah menjadi rejeki orang yang mengambilnya. Sebetulnya hp tersebut memiliki banyak kenangan karena terbukti ampuh untuk menghibur Erina sejak masih bayi sekali tatkala sedang kurang nyaman; juga menjadi hiburan bagi Erina dengan menyetelkan beberapa lagi di dalamnya.
Karena nomor telepon tersebut sangatlah penting yaitu telah digunakan di dalam cap stempel dan buku resep dokter hewan, kami pun menginginkan kembalinya nomor tersebut. Minggu lalu, kami datang ke graPARI Telkomsel yang beralamat di Gedung PT Pos, Jalan Banda No 30 Bandung, dengan maksud mendapatkan kembali nomor Simpati kami.
Kami dilayani dengan baik oleh petugas yang ramah. Kami diminta menyebutkan nomor telepon yang hilang berikut nama pemilik yang didaftarkan. Petugas meminjam KTP dari kami. Setelah menunggu sebentar, petugas menginformasikan kalau nomor bisa didapatkan kembali dan akan bisa aktif kembali pada malam hari. Sementara data-data sebelumnya yang telah tersimpan di dalam kartu seperti address book dll tidak bisa didapatkan kembali. Kami pun dipersilakan untuk mengambil kartu baru di bagian kasir dengan tanpa biaya (gratis).
Akhirnya kami mendapatkan kembali nomor Simpati yang telah hilang. Terima kasih Telkomsel dan atas pelayanannya kepada pelanggan yang sangat baik. NB: Alamat graPARI lain di Bandung: Jl. Ir. H Juanda No. 252 Bandung 40134 (Dago).


kalo ndak salah memang gratis kalo kita terdaftar sebagai anggota simPATI zone, tapi kalao udah terlalu lama atawa sudah mati terlalu lama beliau (baca graPARI) udah ga mau lagi ngganti.
nice post, keep share & CU Arround
Jadi supaya nomor bisa balik, sebelumnya nama pemiliknya musti didaftarkan dulu ?