jump to navigation

Kapan Sebaiknya Mengirim Anak ke Kelompok Bermain (Playgroup)? Maret 12, 2009

Posted by ybandung in Potret Kehidupan dan Keluarga.
trackback

Saat ini, putri kecil kami, Erina, berusia 2.5 tahun. Tentu kami ingin Erina dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya.

Banyak artikel menulis, anak memerlukan stimulasi seperti bermain, latihan gerak tubuh (halus dan kasar), berkomunikasi, cara berpikir, musik atau multimedia, serta bersosialisasi. Pada akhirnya, yang diharapkan adalah anak yang kreatif, percaya diri, mandiri, berdisiplin, serta dapat bekerja sama dengan orang lain.

Setahu kami dari survai beberapa program kelompok bermain di Bandung, ada beberapa program belajar untuk anak bahkan sejak bayi (6 bulan atau ketika bayi sudah mulai berjalan), dan banyak program belajar dalam bentuk kelompok bermain untuk usia 2–4 tahun, dan taman kanak-kanak untuk usia 5–6 tahun.

Untuk Erina, kami merasa masih terlalu dini jika saat ini kami harus mengirimnya ke kelompok bermain 5 hari dalam seminggu, meski hanya 1.5, 2, atau 3 jam seharinya. Kami berencana mengikutsertakan Erina ke dalam program kelompok bermain setelah berusia 3 tahun nanti, atau 3.5 tahun pada awal kebanyakan program yang dimulai sekitar bulan Mei/Juni.

Saat ini Erina bermain dan belajar di rumah. Di komplek kami, sangat sulit menemukan teman-teman sebayanya. Berbeda ketika kami tinggal di Pandu, Erina memiliki banyak teman dan Erina sangat senang bermain bersama. Di rumah, Erina bermain dan belajar dengan Bunda Eti (Ibu Beti, red) dari pagi sampai sore, dan kemudian dengan Ayah Andung (Ayah Bandung, red) sejak petang hingga malam hari sampai ibu pulang dari praktek dan kemudian kami bermain bersama hingga lebih malam lagi.

Apakah sahabat sekalian memiliki pandangan lain, kapan sebaiknya mengirim buah hati tercinta ke program kelompok bermain? Atau tidak perlu, langsung saja mengirimnya ke taman kanak-kanak? Atau langsung ke sekolah dasar saja?

Terima kasih dan salam hangat dari Bandung.

About these ads

Komentar»

1. jaiman1 - Maret 24, 2009

saran yang bagus

2. U'ul - Februari 2, 2010

Kalau mas H, baru masuk Playgroup.
Di Rumah hanya sama bibi. Jadi stimulusnya ngak Jelas.
Lagi pula kawatir dengan sosialisanya.
Sekarang di PGnya hanya 3 hari dalam 1 Minggu.
Kegiatannya, kebanyakan bermain.
Mas H belum bisa mengikuti keseluruhan kegiatan.
Masih lebih asyik sama aktivitasnya sendiri.
Kalau lihat pintu juga masih suka keluar ruangan.
Yang penting ada teman bermain, dan latihan sosialisasi.
Hanya mengisi waktu dengan belajar, tidak ada terget apapun.

3. nadine - Februari 15, 2010

anak sy berusia 3 taon belum bisa pasif cara bicara bahkan blm bisa menyambung kalimat demi kalimat apakah ada kelaian didiri anak sy ato secepatnya sy masukin ke play group apa skrng blm terlambat tq.

Dear Mba Nadine,

Saya kira perkembangan anak itu unik adanya. Pasti beda antara anak yang satu dengan yang lain. Mungkin lebih tenang kalau dapat dikonsultasikan ke pakarnya. Anak saya sendiri baru masuk PG di umur 3.5 tahun, dengan salah satu motivasi biar memiliki teman bermain.

4. mieta - Maret 3, 2010

Betul, setiap balita berbeda kemampuan motorik kasar & halusnya di usia yg sama. Bahkan kakak adik kandung pun cenderung berbeda perkembangannya. Jadi kebutuhan untuk bersekolah setiap anak tentunya berbeda juga.Butuh kejelian orang tua sebagai orang terdekat, Jika ada keraguan (terutama utk ortu yg cemas akan perkembangan si buah hati) bisa ko dikonsulkan dgn dokter tumbuh kembang, yang hasilnya bisa menjadi bahan pertimbangan dalam memilih sekolah yang cocok. O ya, putri saya pernah ikut play group sejak 22 bln – 2,5th. Setelah keluar sampai skrg usianya 3,5th, saya baru mulai mencari2 lagi sekolahnya yg baru. Namun jeda wkt sejak umurnya 2,5 th itu wlaupun ia tidak bersekolah, saya tetap memberikan pendidikan ala home schooling lho, untuk bergaul pun paling tidak 1minggu 2kali saya ajak ke play ground dan membiarkan ia bergaul dgn teman sebayanya. Alhamdulillah, kemampuan dan pengetahuannya tidak kalah dgn anak2 lain yang bersekolah di PG.

Terima kasih banyak sharingnya Mba ..

5. dwi-bandung - Juni 23, 2011

saya justru bingung sendiri, anak saya berumur 3 thun agustus nanti, dilingkungan tempat tinggal saya, banyak sekali balita yg mengikuti playgroup yg biasa dikenal Paud usia dini, kebanyakan dari mereka, anak2 tersebut berkembang menjadi pemalas dalam belajar, dan melakukan tindakan ataupun permainan yg menurut mereka membosankan.
Begitu pula pendapat keluargaku, jgn terlalu melihat bagusnya dari sebuah PG, yg penting sosialisasi dirumah baik. yg normal saja, ketika 5th baru masuk PG, 6 th TK, 7 SD.
Alhamdulilah anak saya ketika berumur 2 th, sudah bisa menghafal lagu2 anak dengan cukup baik, juga berkata yg jelas, tpi memang sangat aktif, itu krn laki2.
apakah pendapat saya sudah benar?

6. febiola - November 30, 2011

iya sy juga bingung, skrg Gladys anak sy berusia 18 bln, byk anak rekan kerja sy sdh mulai bersekolah di PG di usia tsb. Tp kok rasanya kasian bgt anak sekecil itu sdh hrs bersekolah. sy takut dia akan cepat bosan dan merasa lelah krn terus2an sekolah. sy ingin dia normal saja dlm mengenyam pendidikan, Tumbuh kembang anak tergantung didikan di rumah juga. Gladys sangat aktif, sdh bisa berkata gdn jelas dan menyambung kalimat, tp rasanya semua itu tdk ckp meyakinkan sy utk memasukkkanya ke PG saat ini. rencananya, sy akan mulai menyekolahkan di PG saat usianya lbh dr 3 th. Semoga ini keputusan yg benar. Ada masukan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: