jump to navigation

Tour de Garut : Candi Cangkuang & Kampung Pulo Februari 10, 2008

Posted by ybandung in Wisata & Kuliner.
Tags: ,
trackback

Sabtu Pahing, 9 Februari 2008, hari masih pagi sekali ketika kami berenam (sebut saja engineer Clarisense yaitu Om Eris, Meon, Gayuh, Dedi, Yosi dan saya) berangkat menuju ke beberapa obyek wisata di Kabupaten Garut – Jawa Barat. Karena kami berdomisili di Bandung, pertama-tama kami menuju ke obyek terdekat yaitu Candi Cangkuang di Situ Cangkuang. Perjalanan kami terhitung lancar, hanya sedikit mengalami kemacetan di Pasar Ujung Berung.

Kami membutuhkan waktu 1.5 jam perjalanan santai untuk mencapai Situ Cangkuang. Setelah memarkir tiga sepeda motor di depan pintu utama, kami pun masuk dengan membayar tiket Rp 2000 per orang. Di depan kami terhampar pemandangan Situ Cangkuang, suasana pedesaan yang terasa tenang dan damai. Di seberang sana terletak Candi Cangkuang dan sebuah kampung adat, Kampung Pulo namanya. Tepat di depan kami terdapat belasan perahu dari bambu yang dapat digunakan untuk menyeberang, tarifnya Rp 3000 per orang.

From Tour de Garut

Kami pun bergegas dengan minat kami masing-masing, dengan kamera di tangan kami mengambil gambar yang kami suka termasuk mengambil potret kami sendiri. Berpose di dalam perahu sepertinya cukup menarik, maka beginilah salah satu potret yang diambil menggunakan kamera saya Nikon D70s plus lensa Nikkor 50mm f/1.8 milik Om Meon. Jadi saya minta ijin untuk ditampilnya ya, semoga berkenan.

From Tour de Garut

Setelah puas dengan mainan masing-masing, kami menyewa satu perahu untuk membawa kami menyeberang. Sembari Pak Danang namanya, menjalankan perahu tersebut, kami pun tetap sibuk dengan Nikon, Canon, Olympus, juga Sony Ericsson yang kami pegang masing-masing. Ternyata di telaga yang kedalamannya barangkali hanya sekitar 2 meter ini dimanfaatkan juga oleh nelayan untuk menjala ikan.

From Tour de Garut

Kami pun akhirnya mendarat di seberang. Tepat di depan kami terlihat situs Candi Cangkuang yang dikelilingi oleh taman. Karena mungkin hari masih pagi, kami belum bisa masuk ke dalam kawasan candi Hindu tersebut. Kami berjalan di pinggir taman menuju Kampung Pulo, sebuah kampung adat yang hanya memiliki 7 bangunan tidak boleh lebih tidak boleh kurang. Kami diberi penjelasan oleh Pak Danang yang merangkap sebagai pemandu wisata. Ini dia suasana kampung adat tersebut yang diambil menggunakan Nikon D50 plus Nikkor 18-55 mm milik Om Meon, sementara foto-foto lain kami ada di sini.

From Tour de Garut

Obyek Wisata Jawa Barat:
[Pantai Barat Pangandaran][Pantai Timur Pangandaran][Cagar Alam Pananjung][Pantai Karang Nini][Kawah Kamojang][Situ Bagendit][Candi Cangkuang & Kampung Pulo]

Komentar»

1. Tour de Garut : Situ Bagendit « Yoanes Bandung & Activities - Februari 14, 2008

[…] de Garut : Situ Bagendit February 10, 2008 — ybandung Setelah puas bermain di kawasan Situ Cangkuang, kami melanjutkan perjalanan menuju obyek wisata Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi. Seru sekali […]

2. Tour de Garut : Kawah Kamojang « Yoanes Bandung & Activities - Februari 15, 2008

[…] Comments Anwar age _H on Harga Bahan Bangunan 2008Tour de Garut : Situ… on Tour de Garut : Candi Cangkuan…ybandung on Info Tutorial Statistik dan Pr…b oe d on Info Tutorial Statistik dan Pr…Yudhi on […]

3. Akhmad Mulyanto - Februari 15, 2008

Pakai jaket tebel gitu, naik montor yah?🙂

4. ybandung - Februari 15, 2008

Betul Mas Mul, kami naik brompit alias sepeda motor. Justru itu, asik banget .. segar dan dingin udara kerasa banget. Jadi bisa melupakan sejenak hiruk pikuk lab yang serba komputerisasi he he … Coba deh mas Mul …

5. Pantai Barat Pangandaran - Jawa Barat « Yoanes Bandung & Activities - Maret 19, 2008

[…] Timur Pangandaran][Cagar Alam Pananjung][Pantai Karang Nini][Kawah Kamojang][Situ Bagendit][Candi Cangkuang & Kampung Pulo] Posted in My Traveling, Wisata Alam. Tag:pantai Pangandaran, Wisata […]

6. Tour de Garut : Kawah Kamojang « Weblog Ayo Wisata - Juni 20, 2008

[…] 20, 2008 by ayowisata Setelah puas dengan obyek wisata Candi Cangkuang, Situ Bagendit dan Pemandian Air Panas di Cipanas, kami pun menuju obyek wisata Kawah Kamojang. […]

7. Tour de Garut : Situ Bagendit « Weblog Ayo Wisata - Juli 8, 2008

[…] 2008 Tour de Garut : Situ Bagendit Posted by ayowisata under Wisata Alam   Setelah puas bermain di kawasan Situ Cangkuang, kami melanjutkan perjalanan menuju obyek wisata Situ Bagendit di Kecamatan Banyuresmi. Seru sekali […]

8. firman - Juli 8, 2008

kampung gue emang asyik cewenya seger-seger lagi

9. destri - Agustus 12, 2008

minta penjelasan tentang adat yang 7 bagunan?

10. ikha - Januari 13, 2009

jumlah bangunan gn boleh ditambah n dikurangi kan… sesuai hukum adat.

11. Pitra - Maret 5, 2009

Thnks pak .. informatif sekali situsnya
Klo bisa ditampilkan foto candi cangkuang atuh ..

salam,
Pitra
(juga tinggal di Bandung tapi jarang jalan2 euy😉

12. nana - Mei 13, 2009

good evening sir..
saya nana.. kebetulan saya menemukan tulisan Anda.. saya berniat untuk pergi ke kampung pulo sabtu ini.. tapi, karena belum pernah ada satupun dari kami yang pernah ke tempat tersebut..
jadi, jika mungkn saya ingin bertanya kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pergi dari bandung ke kp. pulo dengan bus, dan perkiraan waktu menyebrang situ-nya.. karena perjalanan kami sangat dibatasi waktu..

thx for the information.. =)

Halo Mba Nana,

Bandung-Garut (Kampung Pulo) sekitar 60 km, perkiraan saya 2 jam sudah sampai lokasi dengan mempertimbangkan harus melewati sedikit ruas jalan kampung menuju obyek tersebut. Tapi beraspal koq.

Situnya kecil saja koq, jadi 10 menit sebenarnya sudah bisa mendarat di Kampung Pulo. Kemudian melihat Candi Cangkuang dan mengunjungi Kampung Pulo. Selamat berwisata ya .. Salam wisata.

13. nae - Juni 26, 2009

aku ke kampung pulo 4 jam dr kng……

lumayan lah….

14. ARI SOLO - September 7, 2009

Aku dulu pernah tinggal di Garut lho! Cuma sayang Foto-2nya untuk Ppribadi aja OBYEKNYA MANNNNNNNNA?

15. ACI - September 22, 2009

Sayang foto2nya dah gak bisa dilihat ya?🙂

16. Dini - Februari 4, 2010

Saya melihat foto Situ Cangkuang dan komplek kampung adatnya, wah….indak sekali. Saya berencana kesana, namun belum ada salah satu dari rekan kerja yang kesana. Berapa lama perjalanan dari Cirebon k Candi Cangkuang, Situ Cangkuang? And tarif terbaru untuk lokasinya brp?

Halo Mba Dini,

Saya kurang begitu paham mengenai perkiraan waktu tempuh perjalanan Cirebon-Garut, juga jalur mana yang memudahkan perjalanan ke sana. Apakah Cirebon-Majalengka-Sumedang-Cileunyi (Bandung)-Garut, atau Cirebon-Kuningan-Bantarujeg-Wado-Malangbong-Garut. Kalau boleh menebak, waktu tempuh Cirebon-Garut antara 3.5-4.5 jam. Hatur nuhun.

17. ifal noto nogoro - Maret 19, 2010

gua juga besok maw kesana observasi
waktu survey emang asyik si tempat nya
dingin
dan di sekeliling candi terdapaty makam arif muhamad
dan disana ada 6 rumah dan 1 masjid
yang menyimbolkan anak dari arif muhamad yang perempuan berjumlah 6 dan laki laki 1
jadi ajah humz nya ada 6 ndan 1 masjid gg lebih
terus di tiap rumah dari kabar yang saya tahu hanya 1 kepala keluarga dan gg lebih

Semoga sukses ya. Salam.

18. angel - April 2, 2010

kok candinya kecil ya
???????????????????

19. muhammad rizal di - Oktober 27, 2010

Kancil dan kura-kura sudah lama bersahabat. Pada
suatu hari mereka pergi menangkap ikan disebuah danau.
Berjumpalah mereka dengan seekor kijang. Kijang
ingin ikut. Lalu mereka pergi bertiga.

Sampai disebuah bukit mereka bertemu dengan seekor
rusa. Rusa juga ingin ikut. Segera rusa bergabung
dalam rombongan. Dalam perjalanan, disebuah lembah
berjumpalah mereka dengan seekor babi hutan. Babi
hutan menayakan apakah ia boleh ikut. “Tentu saja,
itu gagasan yang baik, daripada hanya berempat lebih
baik berlima,” jawab kura-kura.

Setiba di bukit yang berikutnya, berjumpalah mereka
dengan seekor beruang. Lalu mereka berenam
melanjutkan perjalanannya. Kemudian mereka bertemu
dengan seekor badak. “Bagaimana kalau aku ikut,”
tanya badak. “Mengapa tidak?”, jawab semua. Bahkan
lalu bergabung pula seekor banteng.

Kali berikutnya rombongan kancil bertemu dengan seekor
kerbau yang akhirnya ikut serta. Begitu pula ketika
mereka bertemu dengan seekor gajah. Demikianlah,
mereka bersepuluh berjalan berbaris beriringan
mengikuti kancil dan akhirnya mereka sampai ke danau
yang dituju. Bukan main banyaknya ikan yang berhasil
ditangkap. Ikan kemudian disalai dengan mengasapinya
dengan nyala api sampai kering.

Keesokan harinya, beruang bertugas menjaga ikan-ikan
ketika yang lainnya sedang pergi menangkap ikan.
Tiba-tiba seekor harimau datang mendekat. Tak lama
kemudian beruang dan harimau terlibat dalam
perkelahian seru. Beruang jatuh pingsan dan ikan-ikan
habis disantap harimau.

Berturut-turut mereka kemudian menugasi gajah,
banteng, badak, kerbau, babi hutan, rusa dan kijang,
semuanya menyerah. Sekarang tinggal kura-kura dan
kancil yang belum terkena giliran menunggu ikan.
Kura-kura dianggap tidak mungkin berdaya menghadapi
harimau, maka diputuskanlah kancil yang akan menjaga.

Sebelum teman-temannya pergi menangkap ikan,
dimintanya mereka mengumpulkan rotan
sebanyak-banyaknya. Lalu masing-masing dipotong
kira-kira satu hasta. Tak lama kemudian tampak kancil
sedang sibuk membuat gelang kaki, gelang badan, gelang
lutut dan gelang leher. Sebentar-sebentar kancil
memandang ke langit seolah-olah ada yang sedang
diperhatikannya. Harimau terheran-heran, lalu
perlahan-lahan mendekati si kancil. Kancil pura-pura
tidak mempedulikan harimau.

Harimau bertanya, “Buat apa gelang rotan
bertumpuk-tumpuk itu?”. Jawab kancil, “Siapa yang
memakai gelang-gelang ini akan dapat melihat apa yang
sedang terjadi di lagit”. Lalu dia menengadah sambil
seolah-olah sedang menikmati pemandangan di atas.
Terbit keinginan harimau untuk dapat juga melihat apa
yang terjadi di langit.

Bukan main gembiranya kancil mendengar permintaan
harimau. Dimintanya harimau duduk di tanah melipat
tangan dan kaki. Lalu dilingkarinya kedua tangan,
kedua kaki dan leher harimau dengan gelang-gelang
rotan sebanyak-banyaknya sehingga harimau tidak dapat
bergerak lagi.

Setelah dirasa cukup, rombongan si kancil berniat
kembali pulang ke rumah, akan tetapi mereka bertengkar
mengenai bagian masing-masing. Mereka berpendapat,
siapa yang berbadan besar akan mendapatkan bagian yang
besar pula. Kancil sebenarnya tidak setuju dengan
usulan tersebut. Lalu dia mencari akal.

Tiba-tiba melompatlah kancil dan memberi tanda ada
marabahaya. Semuanya ketakutan dan terbirit-birit
melarikan diri. Ada yang jatuh tunggang langgang, ada
yang terperosok ke lubang dan ada pula yang tersangkut
akar-akar. Salaipun mereka tinggalkan semua. Hanya
kancil dan kura-kura yang tidak lari. Berdua mereka
pulang dan berjalan berdendang sambil membawa
bungkusan yang sarat.

*******
“Berkat kecerdasan tinggi, yang lemah jadi kuat dan
yang ditindas jadi pemenang”.

20. eren - November 20, 2010

BISA GA ke kampung pulo,tanpa harus menyebrang?

21. Pasir Putih Pangandaran « wisatapangandaran - Desember 8, 2010

[…] Obyek Wisata Jawa Barat: [Pantai Barat Pangandaran][Pantai Timur Pangandaran][Cagar Alam Pananjung][Pantai Karang Nini][Kawah Kamojang][Situ Bagendit][Candi Cangkuang & Kampung Pulo] […]

22. China C-cadel - Februari 25, 2011

Kita habis dari sana lho.. Tgl 18 Februari 2011 untuk observasi angkatan Sambors-Zefinic PPI 67 Benda Tasikmalaya .

Seru bget … Pgen k sna Laggi …🙂

23. ariefahtal - April 4, 2011

Kang, kalo dari cicalengka. Rutenya kemana aja ea kang. Cepet konfirm ea kang, btuh bnget nieh.

24. inf - Juni 16, 2011

wah bagus, gua mau ke sana doong hhehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: