jump to navigation

Lagi, Kunjungan R-NGN Punclut Maret 15, 2008

Posted by ybandung in Rural NGN.
Tags: , ,
trackback

Sambil menikmati secangkir kopi capuccino di Bookstore & Cafe – Campus Center ITB saya berbicara mengenai telepon gratis yang ada di dalam kampus ITB. Sejak beroperasinya Telepon Internet ITB tahun 2004 lalu, komunikasi internal di dalam kampus tidak dipungut biaya alias gratis. Sebenarnya di ITB terdapat sistem PABX yang mencakup area kampus dan rektorat, namun konon sangat jarang digunakan untuk komunikasi internal, dan menggunakan nomor telepon eksternal untuk saling berkomunikasi. Seperti lebih mantab mendial nomor telepon eksternal dibandingkan mendial nomor ekstension PABX, toh biaya telepon ditanggung oleh departemen atau institusi. Kini dengan Telepon Internet, mendial nomor eksternal tidak dibebani biaya penggunaan telepon. Sementara mendial nomor eksternal non Telepon Internet tentunya berbayar karena menggunakan jaringan telepon milik PT. Telkom.

Kepada Mas Darma dari Koran Tempo yang sebelumnya telah mewawancara Pak Armein Z.R. Langi selaku Kepala Pusat Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi (PP TIK) ITB yang memiliki program Rural Next Generation Network (R-NGN), saya menjelaskan bagaimana sistem Telepon Internet ITB bekerja. Sebuah IP-PBX yang terhubung ke STO Lembong milik PT. Telkom, mengendalikan terminal-terminal Telepon Internet yang dapat berupa IP Phone, pesawat telepon analog + Analog Telephone Adapter (ATA), PDA/HP + WiFi, atau komputer yang diinstal softphone; yang dipasang di berbagai LAN di dalam kampus ITB Jl. Ganesha 10 termasuk gedung rektorat di Jl. Tamansari.

Sebuah fitur menarik adalah follow me, di mana nomor telepon tidak mengikuti pesawat telepon seperti terjadi di sistem telepon konvensional, tetapi mengikuti pengguna. Seperti aplikasi Yahoo Mesenger yang dapat dibuka di komputer mana saja, Telepon Internet juga dapat diaktifkan di mana saja sejauh terhubung ke jaringan Internet kampus dengan jenis terminal apa saja. Pengguna cukup memasukkan login/password serta alamat SIP Proxy (alamat IP-PBX) untuk mengaktifkan terminal yang dikehendakinya. Sangat menarik bukan, bahkan di luar ruangan nomor telepon dapat diaktifkan sejauh terkoneksi dengan jaringan hotspot yang tersebar di lingkungan kampus ITB.

Kami melanjutkan pembicaraan di dalam mobil yang dibawa oleh Pak Yadi dari Koran Tempo meluncur ke lokasi Testbed Rural NGN Punclut-Bandung. Tidak lama waktu yang kami habiskan, kami telah sampai di lokasi testbed. Kami langsung menuju rumah Pak Wahyu Wijaya yang menjadi drop point dari sistem testbed. Kami bertemu dengan Ibu Tutik, istri Pak Wahyu, bersama kedua putranya Wawan dan Tanti. Mas Darma kemudian mewawancarai Ibu Tutik mengenai dampak dan kegunaan dari telepon yang ada di rumahnya sejak 4 tahun lalu.

Setelah selesai wawancara, Mas Darma mendaulat Ibu Tutik dan Tanti putrinya untuk mendemokan pesawat IP Phone, sambil mengambil beberapa jepret gambar. Setelah dirasa cukup, kami pun berpamitan dan turun bukit. Saya diantar kembali ke gerbang utama ITB.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: