jump to navigation

Pengalaman Mengecat Rumah November 3, 2008

Posted by ybandung in Serba-Serbi Rumah dan Kelengkapan.
trackback

Berikut ini beberapa hal yang saya perhatikan dalam mengecat ulang dinding rumah:

1. Menambal retakan dinding

Pertama kali yang saya lakukan adalah menambal retakan dinding. Karena umumnya berupa retakan rambut atau retakan kecil, saya melapisinya dengan plamur secara langsung. Kadang-kadang saya harus mengulangi pelapisan plamur, karena beberapa retakan yang diplamur sering kelihatan berlubang. Atau mungkin kualitas plamur yang saya gunakan ya, Tamitex per kg Rp 10.000,-.

2. Membersihkan dinding yang hendak dicat

Dinding yang hendak dicat dibersihkan dari debu dan kotoran, bahkan dari lapisan cat yang lama. Karena bisa jadi nantinya pada saat pengecatan, ternyata timbul gelembung-gelembung. Semua permukaan dinding diamplas supaya halus, termasuk bagian-bagian dinding yang telah diplamur. Setelah diamplas, debu-debu sisa pengamplasan dibersihkan dengan menggunakan dengan sikat penyedot debu. Syukur-syukur bisa dibersihkan dengan cara disemprot menggunakan air bertekanan tinggi.

3. Memastikan dinding telah kering

Sebelum melakukan pengecatan, dinding dipastikan telah betul-betul kering dan bebas dari kelembaban. Pengecatan pada dinding yang masih basah/lembab menyebabkan berkurangnya daya rekat lapisan cat yang juga berpotensi menimbulkan gelembung-gelembung lapisan cat (blistering).

4. Menyamakan warna dasar cat lama

Saya tidak membuang semua lapisan cat lama, jadi hanya dilakukan pengamplasan. Di beberapa bagian dinding yang bernoda atau pengacian baru, saya menyamakan terlebih dahulu dengan warna dasar cat yang lama yaitu putih. Hal ini supaya warna dinding yang baru nantinya bisa senada, tidak belang di bagian-bagian tertentu.

5. Menyiapkan peralatan pengecatan

Selera pribadi, saya lebih suka mengecat dengan menggunakan kuas dibandingkan dengan roll. Saya kurang begitu suka dengan hasil pengecatan roll yang seolah berbintik-bintik seperti di dinding kantor ini hehe. Memang dari kejauhan tidak akan kelihatan, tapi begitu mendekat semacam gelembung-gelembung kecil akan terlihat jelas. Selain konon katanya menggunakan kuas bakal lebih hemat dibanding menggunakan roll.

6. Melakukan pengecatan

Dengan menggunakan kuas, kuas digerakkan secara vertikal naik turun dan selalu merampungkan satu area permukaan. Pengecatan dilakukan dari bagian dinding atas, baru kemudian dinding bawah; agar cipratan-cipratan cat dapat ditimpa. Untuk bagian perbatasan dengan plafon atau kusen, saya menggunakan kuas kecil 1/5 inchi supaya bisa rapih. Sementara untuk bagian lainnya saya gunakan kuas besar 4 inchi.

7. Memeriksa kembali hasil pengecatan

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada bagian dinding yang menggelembung. Penggelembungan ini biasanya terjadi pada pengecatan ulang dengan cat berkualitas baik yang menghasilkan lapisan cat yang rapat dan plastis (lihat artikel di sini). Saya menemukan beberapa bagian dinding menggelembung yang kemudian saya kerok menggunakan kape sampai kelihatan lapisan acian. Selanjutnya saya lapis dengan cat putih agar warna dasar tembok senada, tunggu kering dech sebelum dicat kembali.

8. Pengecatan lapis kedua atau ketiga

Agar menghasilkan lapisan cat yang benar-benar merata di seluruh bagian dinding, maka perlu dilakukan pengecatan lapis kedua bahkan mungkin ketiga. Jika menggunakan cat yang berkualitas baik biasanya pengecatan lapis kedua sudah menghasilkan lapisan cat yang merata. Sementara untuk cat yang berkualitas relatif lebih rendah, diperlukan pengecatan sampai lapis ketiga. Namun pada akhirnya sangat tergantung dari kehendak masing-masing sang empunya rumah.

Kami menggunakan Dulux Interior Easy Clean yang per kaleng ukuran 2.5 kg-nya Rp 85.000, lebih murah dibanding Dulux Interior Pearl Glo seharga Rp 125.000. Harga akan bervariasi untuk warna palette dan jenis cat Dulux yang berbeda-beda. Nah, dari pengalaman saya, setiap kg Dulux bisa melapisi area dinding seluas 6 m2 sebanyak dua kali pengecatan. Sehingga satu kaleng Dulux 2.5 kg bisa melapisi area seluas 15 m2 sebanyak dua kali pengecatan.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: