jump to navigation

Banyak Kucing di Rumahku November 20, 2008

Posted by ybandung in Berbagi Berita dan Informasi.
trackback

Kampusku .. Rumahku .. katanya demikian. Rupanya di kampus ITB banyak sekali terdapat kucing. Sangat mudah ditemui. Tidak hanya yang berkeliaran di jalan-jalan tapi juga di dalam gedung-gedung. Kucing liar, banyak orang menyebutnya. Betul, karena hampir dipastikan tidak ada empunya dan tidak pernah mendapatkan vaksinasi, rabies misalnya.

Nah, beberapa hari lalu kami mendengar anak-anak kucing yang baru lahir di atas langit-langit ruang kerja kami. Meow .. meow .. kedengaran setiap saat si anak-anak kucing seperti pengen menyusu ke induknya. Kadang-kadang kasian juga mendengar anak-anak kucing kelaparan .. semoga saja induknya siap sedia di sampingnya.

Saya mendengar cerita istri saya, beberapa mahasiswa ITB datang ke tempat praktek untuk mensterilisasi beberapa kucing di kampus agar tidak beranak lagi. Kucing termasuk hewan yang sangat mudah beranak pinak. Kucing hanya perlu waktu dua bulan untuk mengandung bayi-bayinya yang bisa mencapai 8 ekor! Setiap tahun, seekor kucing betina dapat hamil sebanyak 4 kali. Bukan main ..

Saya sependapat kalau salah satu cara untuk mengendalikan perkembangbiakan kucing di kampus adalah sterilisasi, bisa kucing jantan atau kucing betina. Kucing dibius dan kemudian dilakukan operasi ringan untuk kucing jantan dan operasi dalam untuk kucing betina. Hal ini ternyata telah dilakukan di beberapa daerah di kota Jakarta, di mana keberadaan kucing-kucing liar sudah sangat mengganggu pemukiman penduduk.

Tapi apakah sudah diperlukan sterilisasi masal di kampus? Semoga saja keberadaan kucing-kucing di kampus ITB masih dalam taraf wajar dan tidak menganggu aktifitas warga kampus.

Komentar»

1. mulyanto - November 20, 2008

Untung yang dijual dipasaran bebas itu racun tikus, tidak ada racun kucing yah.

Hehe .. jadi semakin sadis dech Mas kalau pun ada. Erin, putri kecil saya memelihara seekor kucing di rumah. Berawal dari anak kucing di depan rumah yang ditinggalin induknya, diambil dech dan divaksinasi oleh Ibunya. Sekarang menjadi teman setia Erin.

2. harjo - November 21, 2008

Iya betul Mas, kemarin saya makan di RM Cibiuk deket kampus, wah … banyak bener kucingnya yg teriak-teriak …
Banyakan kucing daripada pengunjung … he he he …

Kampus di Jakarta ini Mas Hari? Hem .. ternyata banyak kucing juga di kampus lain ya.

3. retie - November 23, 2008

Mmmmm kebetulan saya bukan penyayang binatang, apalagi kucing… mmm kadang saya suka sebel ma kucing apalagi kalo udah teriak2 waduhhh….
Waduh koq pas banget ya… saat nulis comment ini, di teras rumah saya ada kucing. meong….meong….meong….
Wah kayaknya kucingnya tau nich saya ga suka kucing🙂
Tapi kalo soal sterilisasi mending dilakukan kalo emang udah bener-bener menganggu aktifitas warga kampus aja,mas.😛

Hehe .. berarti kucingnya panjang umur Mba Reti. Betul Mba, saya setuju .. selama tidak mengganggu aktifitas warga kampus mah ok saja ya. Justru kadang-kadang malah memberikan keanekaragaman suasana di kampus hehe. Matur nuwun dan salam.

4. mulyanto - November 24, 2008

Aku juga ada 2 anak kucing yang dibuang di depan rumahku. Pengin kupelihara buat afi. Tapi kata istri, kucing bawa penyakit (lupa namanya, ????plasma gitu). Jadi yah mereka tetap diluar rumah, walau tiap pagi dikasih makan.

Toxoplasma atau Toxoplasmosis. Salah satu penyakit yang dikhawatirkan kaum wanita, karena konon dapat menyebabkan kemandulan atau keguguran sewaktu mengandung atau menyebabkan bayi lahir cacat. Penularan bisa melalui oral, yaitu secara sengaja/tidak sengaja memakan makanan yang tercemar parasit Toxoplasma gondi; bisa melalui daging yang dihinggapi parasit ini dan dimasak kurang sempurna, atau bisa juga melalui transfusi darah.

Beberapa dokter kandungan biasanya akan menyarankan ibu hamil/calon ibu hamil untuk melakukan tes TORCH (Toxoplasma, Rubella, CMV, Herpes). Jika positif terinfeksi Toxoplasma, maka secepatnya harus segera diobati.

5. Dolphin - Desember 4, 2008

t4 saya banyak kucing. 2 x temen saya keguguran karna dikantor banyak kucing, tapi alhamdulilah kehamilan yang ke 3 ini terselamatkan karena temen saya segera dievakuasi suaminya agar tdk kerja di tempat tersebut. Terus 1 lagi temen saya yang sama sama kerja di tempat tersebut, 2 kali juga keguguran dan saat ini dinyatakan positif terinfeksi toxoplasma.

Terima kasih share-nya .. Semoga kejadian serupa tidak pernah kejadian lagi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: