jump to navigation

Jaringan Mati Karena Petir: Survey Lapangan April 23, 2009

Posted by ybandung in Rural NGN.
trackback

Jaringan mati! Satu hal yang langsung terpikir oleh saya setelah tidak berhasil menghubungi dua nomor IP Phone di Testbed Punclut kemarin sore. Tidak ada nada sambung yang terdengar, melainkan pesan dari sentral telepon yang mengindikasikan server tidak berhasil menghubungi kedua nomor tersebut.

Saya pun berdiskusi dengan Mas Eris yang terbiasa melakukan monitoring sehari-hari. Mas Eris pun membenarkan kalau jaringan mati bulan lalu, ketika itu petir sangat dasyat terasa di Bukit Dago Utara. Dipastikan access point di Punclut mati, karena tidak bisa dihubungi dari access point di ITB yang tetap hidup.

Pagi hari ini saya bersama Marko dan Reza turun ke lapangan. Dua sepeda motor pun melaju ke Punclut, kawasan Bandung Utara, sekitar 5 km dari ITB. Dari Rumah Sakit Dr. Salamun, beberapa ruas jalanan yang menanjak ke arah Punclut tengah dibeton. Kami harus ekstra hati-hati, karena jalanan rusak berat.

Petir Besar Mengunjungi

Setelah memparkir kendaraan kami pun bergegas ke rumah Pak Wahyu yang menjadi drop point dari koneksi WiFi ITB. “Sudah sebulanan mati terkena petir”, kata pemilik rumah. Waktu itu petir besar mengunjungi kawasan Punclut. Di beberapa rumah warga, televisi dan vcd player rusak karenanya.

Benar saja, chassing adaptor IP Phone di rumah Pak Wahyu telah habis terbakar. Tinggal kabel power dan board PCBnya. Ini adalah kerusakan paling parah dalam kurun waktu 5 tahun testbed beroperasi. Kami pun menduga, kemungkinan besar access point dan IP Switch juga mati sekalipun kami telah memasang penangkal petir baik di access point yang terpasang di atas tower maupun di perangkat IP Switch di dalam rumah.

Jaringan harus segera hidup kembali. Sudah sebulanan pelanggan tidak dapat menggunakan pesawat telepon. Padahal mereka membayar rekening tagihan Telkom bulanan. Kami tidak memiliki cadangan access point sekiranya betul-betul rusak. Kecuali, satu access point yang masih terpasang di tower desa sebelah yang telah dimatikan karena rumah yang ketempatan tidak memerlukan layanan telepon lagi.

Kami pun berencana untuk mengambil access point di desa sebelah untuk menggantikan perangkat yang kemungkinan rusak. Perjalanan melalui jalanan setapak naik turun pun dimulai. Tidak bisa menggunakan sepeda motor untuk ke sana. Beruntung tidak terlalu jauh, hanya sekitar 500m.

dsc02473

:: Kami bersiap menuju desa sebelah ::

Punclut-2

:: Jalan menuju rumah Bapak Ica ::

Melintas di depan rumah Ibu Ago, pelanggan IP Phone lain, kami pun mampir untuk menanyakan kondisi teleponnya. Ibu Ago mengatakan hal yang sama seperti informasi dari Pak Wahyu. Kami juga mendapati IP Phone yang sudah tidak berfungsi lagi. Adaptor pensuplai IP Phone telah terbakar, persis seperti yang terjadi di rumah Pak Wahyu. Kami pun membawa IP Phone tersebut untuk diperbaiki atau diganti.

Bersilaturahmi ke Bapak Ica

Sudah beberapa bulan saya tidak berkunjung ke rumah Bapak Ica, di mana ketempatan tower kedua. Lima tahun lalu kami memilih rumah Bapak Ica karena beliau adalah tetua desa setempat.

Beberapa bulan terakhir jaringan di desa ini telah dimatikan karena Bapak Ica tidak memerlukan layanan telepon lagi. Kini Bapak Ica yang memiliki 8 anak yang sudah berkeluarga semua hanya tinggal bersama istri.

Punclut-1

:: Pemandangan desa dengan menara berdiri di rumah Bapak Ica ::

Bapak Ica menginformasikan kalau famili yang tinggal persis di depan rumah berminat untuk memasang telepon sekaligus rumahnya ketempatan untuk perangkat-perangkat yang diperlukan. Kami tentu senang sekali dengan berita ini, semoga jaringan ke desa ini bisa beroperasi lagi. Namun tidak serta merta dapat langsung terealisasi, karena khususnya kami harus berembug dengan pemilik rumah yang akan ketempatan perangkat penerima sinyal wireless Internet dari ITB.

dsc02512

:: Ternyata bisa juga memanjat tower ::

Kami pun mohon ijin kepada Bapak Ica untuk mengambil perangkat-perangkat yang pernah kami pasang, seperti IP Switch, IP Phone, UPS, dan kabel-kabel. Sementara access point dan antena masih terpasang di atas menara.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: