jump to navigation

Di Sumba Timur: Survey Lokasi di Dusun Premarada Mei 11, 2009

Posted by ybandung in Discover Wonderful Indonesia.
trackback

Hari Selasa itu jam telah menunjukkan pukul 5 sore. Kami bergegas hendak pergi ke Dusun Premarada untuk melakukan survey lokasi. Pak Amsal dan Pak Adolf mengendarai sepeda motor, sementara kami dan Mas Doni naik Mitsubishi Strada. Mobil Internet dirasa akan kesusahan melintas jalanan yang terjal dan berbatu-batu.

Untuk menuju dusun itu, kami harus melewati jalan yang memutar. Kondisi jalan tidak lagi cukup sulit tapi sangat sulit, bahkan untuk Honda Karisma kesayangan saya yang terbiasa “off-road” rasanya tidak akan sanggup melalui jalanan ini. Bisa-bisa malah jalan kaki manggul sepeda motor dech. Tapi tidak dengan Pak Adolf, mungkin karena sudah lima tahun di sini jadi Pak Adolf sudah sangat ahli mengendalikan sepeda motornya.

Mobil yang dikemudikan Madoke harus melakukan manuver sana-sini untuk mendapatkan bagian jalan yang nyaman untuk dilalui. Tanjakan-tanjakan sangat terjal dengan jurang di kanan kiri jalan. Beruntung hari tidak hujan sehingga masih dapat lebih tenang. Mobil tersebut pernah mengalami selip di tempat yang sama ketika menuruni jalan yang terjal, padahal kanan kiri jurang sedalam 200 meter. Demikian Madoke menceritakan pengalamannya. Ngeri!

Kami yang duduk manis di dalam mobil lebih banyak diam. Lebih berkonsentrasi dengan goyangan mobil ke sana ke sini. Saya sendiri sampai krenggosan, seperti habis lari keliling track. Berharap segera sampai lokasi dech.

Akhirnya sejam kemudian kami mencapai lokasi, ya .. Dusun Premarada. Bukan maen jauhnya. Sekitar 10 km jauhnya perjalanan kami. Ini melewati jalan umum. Lokasi ini bisa dicapai dengan berjalan kaki melalui jalan setapak. Tapi harus turun bukit dan naik bukit. Turun bukit lagi dan naik bukit lagi. Perjalanan dengan jalan kaki pun memerlukan waktu kurang lebih 3 jam. Padahal Mas Fajar mengukur point-to-point hanya sejauh 2 km!! Harus punya kesaktian seperti Antareja (pewayangan) kali ya, langsung nyungsep bumi tidak usah naik turun bukit. Nah itu baru jarak tempuhnya 2 km betulan.

Bangunan pertama yang kami jumpai adalah TPA, yaitu semacam tempat pendidikan untuk anak-anak. Yang menarik perhatian saya, begitu kami tiba di lokasi kontak anak-anak dan orang tua datang mendekati kami. Mereka sangat peduli.

DSC_4449

:: Anak-anak berdatangan begitu kami tiba di lokasi, senang sekali melihat antusias mereka ::

DSC_4451

:: Di depan TPA. Pak Amsal dikelilingi warga masyarakat Dusun Premarada dan anak-anak. Akrab sekali. ::

DSC_4452

:: Tempat pendidikan untuk anak yang berlantaikan bambu dengan pendukung belajar mengajar yang sangat minim. Pak Amsal sedang menjelaskan kondisi TPA ini kepada Mas Doni ::

DSC_4457

Pak Amsal menunjukkan sesuatu yang sangat unik bagi kami. Baru kali ini saya melihatnya. Anda pernah dengar tidak ada pohon berbuah jagung. Kalau tanaman jagung berbuah jagung sih biasa, di Jawa juga banyak. Tapi kalau pohon besar berbuah jagung baru kali ini saya melihatnya. Jagung yang dihasilkannya pun dapat menghidupi warga satu dusun selama 9 bulan musim kemarau. Hebat bukan?

Silakan amati foto di bawah ini. Di dusun ini hanya ada satu pohon berbuah jagung. Tapi jagungnya sangat melimpah. Dan sudah kering lagi, artinya siap diolah. Jagung-jagung ini tidak perlu dipanen semuanya. Kalau hendak memasaknya, warga tinggal memetik secukupnya. Tidak perlu khawatir jagung-jagung akan dimakan tikus. Bukan maen!

DSC_4458

:: Pohon berbuah jagung kering, setelah dipetik bisa langsung ditumbuk atau digiling untuk selanjutnya dimasak menjadi nasi jagung ::

Hari sudah semakin gelap. Saya belum melihat warga menyalakan lampu penerangan. Kondisi di dalam dusun sangat gelap, kecuali lampu AF Assist dari DSLR Nikon yang saya nyalakan berulang-ulang untuk menerangi jalan kami. Setelah mendapatkan beberapa data pengukuran di Premarada, kami pun berpamitan dengan warga untuk pulang kembali ke posko.

Iklan

Komentar»

1. Gung - Mei 12, 2009

eta teh jagung naon? kok aneh pisan nya. teu mirip jagung, malah mirip nangka euy …

Hehe ..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: