jump to navigation

Atur Taktik dan Strategimu! Mei 13, 2009

Posted by ybandung in Berbagi Perihal Hobi.
trackback

Halo para pemain Tim DSP Group dan tifosi,

Pada pertandingan Senin lalu, serangan-serangan DSP Group mudah sekali dipatahkan oleh bek-bek lawan. Setiap kali pemain sayap dan penyerang membawa bola, dia dihadang oleh dua tiga pemain lawan sehingga terlihat sangat kesusahan melewati pemain-pemain lawan. Alhasil hujan gol pun urung tercipta.

Ayo atur taktik dan strategimu.

Iklan

Komentar»

1. ybandung - Mei 13, 2009

Gunakan strategi rotasi pemain:

Mengingat pendeknya napas para pemain, tidak memungkinkan untuk bermain ala futsal yaitu bertahan dan menyerang secara kolektif.

A. Posisi Pemain
1. Penyerang terdiri dari Penyerang Sayap 1 (PS1) dan Penyerang Sayap 2 (PS2)
2. Pengatur Serangan (PSR)
3. Bek terdiri dari Bek 1 (BK1) dan Bek 2 (BK2)
4. Kiper (KPR)

B. Aturan Strategi
1. PS1 akan saling bertukar posisi dengan BK1 pada selang waktu tertentu. Demikian PS2 dan BK2.
2. Di luar rotasi tersebut, setiap pemain dapat (bersedia) menempati posisi PSR atau KPR.

C. Aturan Penerapan
1. PS1 (Iozi), PS2 (Herry)
2. PSR (Lanovan)
3. BK1 (Didik), BK2 (Bandung)
4. KPR (Hendro)

Iozi akan saling bertukar posisi dengan Didik, Herry akan saling bertukar posisi dengan Bandung. Selebihnya setiap pemain dapat menempati posisi PSR dan KPR.

— Having fun with futsal —

2. Tim Pemantau Bola - Mei 13, 2009

Yth. Giovanni Bandung (Kapten tim DSP) & para pemain DSP:

Pemain-pemain DSP harus lebih disiplin dalam setiap lini, keseimbangan perlu dijaga. Jangan terlalu bernafsu menyerang. Senin kemarin, beberapa kali 4 pemain DSP menyerbu ke depan bahkan dengan posisi sejajar, meninggalkan Giovanni Bandung sendirian di Belakang. Sementara CDM-BDU cukup disiplin dengan selalu menempatkan 2 pemain di depan kiper. Akibat dari kekosongan lapangan tengah ini sangat fatal, Ricardo Gaga dengan enaknya mendominasi lapangan tengah, bahkan mencepeloskan 3 gol.

Perlu dibuat keseimbangan tim seperti ketika DSP menang 12-3. Saat itu pertahanan DSP terbilang ayem tentrem. Giovanni Bandung menyapu bola di depan kiper Herndro van der Sar. Di lapangan tengah, pemain cerdas Novanho diberi kesempatan untuk berkreasi membangun serangan (tak perlu ikut membantu ke belakang). Trio penyerang DSP tinggal menyerbu ke depan dengan nikmatnya.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan. Kekuatan tim CDM-BDU sangat bertumpu pada Ricardo Gaga (Gayuh Astaman). Dengan tinggi badannya, pemain ini unggul dalam bola-bola atas. Dengan kakinya yang kekar, ia juga tangguh dalam bola-bola bawah. Nyaris tidak ada yang bisa menghentikan pemain perkasa ini. Perlu dicari jalan untuk menghambat suplai bola dari dan kepada Gaga. Bila Gaga berhasil diisolasi, hampir dipastikan: Singo Telu langsung turu.

Ingat, ingat, permainan CDM-BDU telah semakin berkembang. Lebih disiplin dan lebih terorgnisir dalam bergerak. Bila DSP tidak memperbaiki diri, bisa jadi CDM-BDU semakin menjadi-jadi.

Halo bro semua,

Next .. penyerang juga mesti membantu pertahanan. Tidak ada penyerang murni atau pemain bertahan murni. Jadi harus bermain secara kolektif, tewas tewas bareng .. haha. Sepakat ya Bro!

3. Prita Liana - Mei 13, 2009

Lebayyyy dehh… kekuatan tim Clarisense tuch bukan di Gayuh nu bangor tea … tapi di Mas Meon! Tanpa Mas Meon, bisa apa tim Clarisense? Lo Lo pada inget nggak sech? Pas Mas Meon tampil bohay, DSP kalah kan? Kalo Mas Meon lagi sensi, tim Clarisense ikut bete, kalah deui, kalah deui … Makanya manjain donk Mas Meon dengan bola-bola terobosan … jangan Lo (baca: Gayuh) makan sendiri tuch bola. Lo Lo semua kudu inget: Meon tuch the best player, the most fantastic player!

4. iKa mARina - Mei 13, 2009

bEner tuCh Prit … m3on forever! dEch pOkokNya….

5. IG - Mei 13, 2009

Tabloid Lipstick, Bandung..

Berdasarkan pantauan dari tim Lipstick, sebenarnya kekuatan tim DSP bertumpu pada serangan trisula dari Thierry Herry, Iozi, dan La Novan. Tidak masalah dengan pertukaran pemain, tetapi tim DSP memang mutlak membutuhkan trisula itu untuk kemenangannya. Lebih spesifik lagi, membutuhkan La Novan dalam mengatur serangan.

Ketika permainan berada dalam kondisi 5 vs 5, hanya ada 4 pemain yang ada di lapangan. Hal ini menyebabkan hanya 1 pemain yang tersisa di belakang lapangan ketika DSP sedang menyerbu tim BDU. La Novan dipaksa harus ikut turun ke pertahanan. Namun yang terjadi selanjutnya, ketika bola berhasil direbut, La Novan sudah tidak cukup kuat untuk ikut mengatur serangan lagi sehingga bisa dipastikan serangan lumpuh. Semakin lama, kekuatan La Novan semakin turun, sehingga pertahanan DSP semakin dibombardir.

Berbeda dengan BDU, yang bermain tanpa playmaker dan cenderung serabutan. Mobilitas tinggi yang diperagakan kemarin, menunjukkan permainan futsal sebenarnya yang diharapkan dari BDU. Namun, lagi-lagi, napas menjadi masalah utama disini. Lionel Meon terpaksa harus bertapa dulu di pinggir lapangan. Yang lebih mengejutkan, pengubahan strategi dimana Dedi Ibra dipasang sebagai DMF, ternyata memberikan efek yang luar biasa. Overlap yang dilakukan Dedi Ibra, terbukti memporakporandakan pertahanan DSP.

Ketika pertandingan berjalan 6 vs 6, ini adalah posisi ideal bagi DSP. Trisula maut, dengan 2 bek yang kokoh, akan meruntuhkan segala serangan tim BDU. Tidak adanya playmaker yang bisa diandalkan di tim BDU, adalah sebab utama runtuhnya serangan, selain skill yang memang berada 1 level di bawah tim DSP.

Keunggulan tim BDU, dimana posisi sayap yang diisi Gayuh Astaman melakukan overlap ke depan, akan sangat mudah dipatahkan oleh 2 bek kokoh yang dimiliki tim DSP. Sementara dalam posisi 5 vs 5, sering sekali setelah trisula sakti melakukan serangan, semua telat untuk langsung mundur ke belakang apabila ada serangan.

Dalam pertandingan yang sebenarnya, yang akan diperagakan adalah 5 vs 5. Mobilitas tinggi, sangat mutlak diperlukan. Tidak pernah ada yang namanya penyerang sejati dan bek sejati. Yang ada, semua pemain ikut membantu menyerang dan ikut membantu bertahan. Pemain bertahan adalah pemain yang paling menentukan, karena dia adalah yang mengatur serangan dan mampu melihat ruang kosong. Seringkali gol terjadi oleh pemain bertahan.

Namun, jangan takut.. Dalam pertandingan yang sebenarnya, hanya ada 20 menit x 2 bung, bukan 1 jam. Apabila messi kita berikan kesempatan main futsal 1 jam penuh seperti kemarin, mungkin juga Messi sudah memutuskan untuk beternak ayam saja.

Jadi bagaimana DSP dan BDU? Sudah siap untuk ikut liga futsal? 😀

Sekedar informasi, saat ini juara liga futsal adalah tim VLSI ITB, dimana pemainnya masih muda dan mempunyai nafas yang sangat kuat.

Sekian ulasan dari Tabloid Lipstick..

Sepakat .. kedua tim harus mulai memperagakan layaknya permainan futsal. Semua pemain harus kolektif bermain seperti ulasan dari Tabloid Lipstik. Betul kata Super Iozi, harus ada keseimbangan di semua lini. Kalau masih belum bisa ya tetap akan di kelas tarkam saja. Lupakan liga futsal atau latih tanding.

6. his - Mei 13, 2009

Saya setuju dengan bung IG, analisa yang sangat jeli bung….Perlu juga kita perhatikan untuk melakukan latihan2 fisik dan teknik diluar masa bertanding. Diluar pertandingan ini thierry herry sudah melakukan kontrak dengan tim luar untuk melakukan sesi latihan setiap minggu, selain itu ditambah pula sesi latihan fisik (setiap hari sabtu lari pagi sambil liat yang aerobik, jadi memang latihan ‘fisik’ bosss).

Untuk tim DSP sendiri tampak bahwa fisiknya belum merata. Salah satu penyebabnya adalah berat badan pemain yang tidak ideal, karena itu perlu diadakan diet khusus untuk para pemain.

Sementara itu tim BDU lebih keteteran lagi dalam urusan fisik. Karena kebanyakan latihan bola pake ‘jari’ dan kegiatan ‘jari’ lainnya dapat merusak kekuatan fisik sesungguhnya. Karena itu perlu dikurangi bosss…., sebaiknya latihan fisik beneran. Lari sabtu pagi sambil ikut aerobik bisa meningkatkan kualitas fisik dan menyegarkan pikiran.

Untuk masalah berat badan, saya kira lionel meon dan gayuh astaman tampak kelimpungan dengan perutnya. Sementara yadi tampaknya sudah sangat overweight. Jadi diet ketat perlu diberikan oleh pelatih bagi pemain BDU. Kalo jajang dan jabri apanya lagi yang mau di kecilin, kasiannnn nanti yang lain pada ngecilin juga….(misalnya kaki, tangan, dll).

Setelah syarat2 fisik tersebut dapat dikejar oleh kedua tim, maka tim allstar akan lebih meyakinkan dalam bertanding di liga futsal. Saya yakin teknik dapat dipelajari sambil bermain.

Salam olah raga….

7. tengah malam - Mei 14, 2009

kentir tenan … makin serius aja sepak bola-nya 🙂
nb. kalau lawan tim dari luar, cari yang gebleg dulu, biar anak-anak gak mentalnya jatuh …

Sekalianlah bos .. daripada sama-sama kacau mending maen gaple saja haha

edwidianto - Mei 14, 2009

akur… 😀

8. IG - Mei 14, 2009

Wow… Sebentar bung HIS.. Maksud dari pernyataan ini,

“kebanyakan latihan bola pake ‘jari’”

sangat mudah dipahami… Tapi bagaimana dengan pernyataan ini,

“kegiatan ‘jari’ lainnya”

Bisakah disebutkan secara spesifik bung? Atau mungkin bisa dipastikan, bahwa ini adalah kegiatan yang tersangkut dengan aktivitas lain yang dilakukan secara bersama-sama antara pemain DSP dan BDU? Trisula maut van der Tsung, Gayuh Astaman, dan satu pemain unggulan lain, Lionel Meon..

Kalo emang benar itu, mungkin bung HIS bisa meralat kembali pernyataan tersebut.. Karena seingat Tabloid Bola Mumbul, kata bung HIS, “yang penting tangannya gantian”, gitu deh kalo ga salah…

Bola Mumbul melaporkan bung..

NB: hahahhahahahahhahahahahahahahahah…………. kamprettt…………….

9. Prita Liana - Mei 14, 2009

ich … jorok deh klean berdua (gayuh & his)… masa jari dibahas terus … bru tau rasa kalo ntr stamina abiz, gak bisa main bola tuch … jijay dech ….

10. na - Mei 14, 2009

sekedar menginterpretasikan komentar sebelum ny dari bung HIS.
1. ‘latian bola pake ‘jari” = maen pes
2. ‘kegiatan ‘jari’ lain nya ‘ = koding

11. his - Mei 14, 2009

Betul sekali bung na, itu penjelasan yang sangat akurat. Kelihatannya bung IG ini sangat sensitif dengan ‘kegiatan jari’

12. ybandung - Mei 15, 2009

Jadi bagaimana kans masing-masing tim di pertandingan mendatang? Sepertinya bakal semakin memanas dech .. adu taktik dan strategi ..

Mari kita nantikan liputan persiapan tim masing-masing hingga pertandingan mendatang!

edwidianto - Mei 18, 2009

15-5 untuk DSP mas… 😀

13. djokoe - Agustus 21, 2009

klo menurut gwa, sesuaikan aja taktik ma kondisi tim yang ada. jangan paksakan taktik tertentu klo kondisi pemainnya ga sesuai dengan taktik, itu malah jadi akan blunder buat tim.

Hatur thank you advicenya Om Djokoe. Salam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: