jump to navigation

Sumba Timur 2010: Jelang Kembali ke Bandung April 21, 2010

Posted by ybandung in Discover Wonderful Indonesia, Rural Digital Learning, Rural NGN.
trackback

Rabu sore kami tiba kembali di Waingapu seusai kunjungan di Desa Tadulajangga. Sebelum menuju hotel, kami singgah terlebih dahulu di sentra pembuatan tenun ikat khas Waingapu. Kami melihat-lihat bagaimana proses mengikat bagian-bagian kain menggunakan bahan daun giwang sebelum dilakukan pewarnaan. Warna kain tenun ikat diperoleh dari proses pewarnaan menggunakan bahan-bahan alami seperti daun nila (biru) dan akar mengkudu serta daun loba (merah). Menurut warga, proses pembuatan kain tenun ikat ini membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai satu tahun untuk sebuah kain tenun ikat.

:: Proses mengikat sebelum pewarnaan dan menenun ::

:: Bahan-bahan alami untuk pewarna kain tenun ikat khas Waingapu ::

Malam harinya, kami dijamu makan malam oleh Bapak Amsal dan teman-teman WVI. Kami berdiskusi banyak hal mengenai pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan bersama, juga program-program lanjutan. Akhir kata, terima kasih banyak kepada Bapak Amsal dan teman-teman WVI ADP Sumba Timur atas kerjasama yang begitu menyenangkan.

:: Suasana keakraban menjelang kepulangan kami ke Bandung ::

Kami pun saling berpamitan dan mengucapkan terima kasih. Keesokan pagi kami akan kembali ke Bandung. Semoga ada kesempatan lagi bagi kami untuk berkunjung ke kota indah Waingapu dan sekitarnya.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: