jump to navigation

Penulisan Buku Tugas Akhir/Tesis (1) Juni 10, 2010

Posted by ybandung in Penulisan Paper dan Majalah Ilmiah.
trackback

Minggu-minggu ini saya sedang disibukkan dengan tugas memeriksa beberapa buku tugas akhir/tesis dari mahasiswa bimbingan dan mahasiswa yang minta diuji. Seringkali saya menemukan banyak kesalahan-kesalahan penulisan yang sebetulnya dapat diminimalkan menjadi sesedikit mungkin. Tulisan yang kurang rapi, kurang teliti, atau kurang tepat seringkali menyita perhatian yang membuat saya sebagai pembaca seringkali tidak fokus dalam proses membaca dan memahami substansi dari penelitian tugas akhir/tesis karena sibuk mengomentari kesalahan penulisan dan hal-hal lain.

Sekedar sebagai pertimbangan, saya mencoba menuliskan beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam penulisan buku tugas akhir/tesis:

1. Kelengkapan Isi Buku

Buku tugas akhir/tesis harus mencakup bagian pendahuluan, bagian isi, dan bagian akhir.

  1. Di dalam bagian pendahuluan terdapat lembar sampul, abstrak (dalam Bahasa Indonesia), abstract (dalam Bahasa Inggris), kata pengantar dan ucapan terima kasih, daftar isi, daftar gambar, daftar tabel, daftar istilah dan singkatan.
  2. Di dalam bagian isi terdapat bab-bab buku termasuk bab pendahuluan, bab tinjauan pustaka, bab metodologi penelitian, bab data dan analisis, serta bab kesimpulan dan saran. Sistematika bab demi bab dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  3. Di dalam bagian akhir terdapat daftar pustaka dan lampiran.

2. Kerapian Penulisan Buku

Penulisan buku perlu serapi mungkin agar memberi kesan bobot dan keseriusan dari penelitian yang dilakukan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Seting halaman perlu disesuaikan dengan ketentuan, termasuk penggunaan kertas, orientasi kertas, batas atas-bawah-kanan-kiri, dll.
  2. Penggunaan font dilakukan seragam untuk setiap tulisan, misalnya yang sangat umum digunakan adalah Times New Roman. Ukuran font juga harus konsisten untuk penulisan judul, bab, sub-bab, dan isi karangan.
  3. Seting rata kanan-kiri (justify) adalah ketentuan umum dalam penulisan buku. Oleh karena itu, perhatikan untuk konsisten meratakan kanan-kiri setiap tulisan di dalam buku.
  4. Seringkali mahasiswa membiarkan adanya ruang kosong pada suatu halaman misalnya karena ada gambar atau tabel yang terpaksa harus dipindahkan ke halaman berikutnya. Perhatikan untuk tidak menyisakan ruang kosong kecuali pada halaman terakhir dari setiap bab, misalnya dengan memindahkan sebagian isi karangan dari halaman belakang ke halaman depan. Dapat juga diakali dengan memperbesar atau memperkecil ukuran gambar dan tabel.
  5. Perhatikan penulisan sub-bab tidak berdiri sendiri di bagian bawah dari suatu halaman. Lebih baik dipindahkan ke halaman berikutnya agar bersatu dengan kalimat-kalimat penjelasnya.

3. Ketepatan Penggunaan Istilah Baku

Perlu diperhatikan penggunaan istilah-istilah yang sudah dibakukan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

  1. Perhatikan ketepatan penulisan istilah-istilah yang sudah dibakukan, misalnya tidak “analisa” tapi “analisis”, tidak “antrian” tapi “antrean”.
  2. Perhatikan untuk menulis istilah-istilah yang sudah umum atau sudah dibakukan ke dalam Bahasa Indonesia misalnya tidak “computer” tapi “komputer”, tidak “system” tapi “sistem”, tidak “table” tapi “tabel”.

4. Ketepatan Penulisan Kata-Kata

Mohon diperhatikan untuk menuliskan kata demi kata setepat mungkin tanpa menuliskan dengan salah. Misalnya tidak “yag” tapi “yang”, tidak “menunjukan” tapi “menunjukkan”, dan tidak “isntalasi” tapi “instalasi”. Mintalah bantuan orang lain untuk membaca kembali tulisan buku sehingga dapat meminimalkan kesalahan penulisan kata demi kata.

5. Perhatikan EYD

Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan merupakan panduan umum dalam penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Beberapa hal yang sering saya temui adalah:

  1. Penggunaan tanda titik, tanda koma, tanda titik koma. Kesalahan yang mudah dilihat antara lain:
    1. Tidak ada tanda titik pada akhir suatu kalimat, penggunaan tanda koma yang seharusnya tidak perlu digunakan atau sebaliknya seharusnya digunakan tetapi tidak.
    2. Tanda koma tidak digunakan setelah frase-frase seperti “Selain itu”, “Di samping itu”, dll.
  2. Penggunaan tanda spasi. Beberapa kesalahan yang sering terlihat antara lain:
    1. Tidak adanya tanda spasi untuk memisahkan suatu kata dengan kata lain, misalnya menuliskan “diantara”, “diatas”, “sistemtambahan”, padahal seharusnya diberikan tanda spasi di antara kedua kata tersebut.
    2. Tidak adanya tanda spasi setelah tanda koma misalnya pada kalimat berikut “Terlihat di dalam Gambar 1.3,sinyal …”
  3. Penggunaan tanda hubung (-). Beberapa kesalahan yang sering terlihat antara lain:
    1. Perhatikan penulisan “ke-tiga”, tanda hubung tidak perlu dipergunakan sehingga menjadi “ketiga”.
  4. Penggunaan istilah asing ditulis dengan huruf miring (italic). Agar pembaca tidak terganggu dengan banyak tulisan miring, sebaiknya sesedikit mungkin menggunakan istilah asing. Carilah padanan kata dalam Bahasa Indonesia yang sudah lazim digunakan. Misalnya “pengguna” untuk “user”, “piranti” untuk “tool”, “latensi” untuk “latency”.

6. Penggunaan Gambar dan Tabel

Beberapa hal terkait dengan penggunaan gambar dan tabel:

  1. Setiap gambar atau tabel memiliki i) keterangan gambar yang diletakkan di bawah gambar dan ii) keterangan tabel yang diletakkan di atas tabel. Keterangan gambar/tabel diberi nomor yang jelas misalnya, “Gambar 2.2” atau “Tabel II.2”.
  2. Untuk menghindari plagiasi, gambar dan tabel harus digambar sendiri dengan tetap menuliskan referensi dari mana ide gambar/tabel tersebut berasal. Kata-kata di dalam gambar/tabel sebaiknya diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.
  3. Ukuran font tulisan di dalam gambar/tabel dibuat proporsional dengan ukuran font dari isi buku. Seringkali dijumpai tulisan di dalam gambar dengan font yang terlampau besar.
  4. Setiap gambar dan tabel harus diberi penjelasan. Ada pun penjelasan gambar dan tabel diletakkan sebelum gambar atau tabel yang dimaksud. Tuliskan secara jelas gambar atau tabel mana yang dimaksud, misalnya tidak “Gambar berikut ini menjelaskan …”, tetapi “Gambar 2.1 memperlihatkan …”.

7. Penggunaan Subyek Kalimat

Seringkali mahasiswa tidak memperhatikan bahwa kalimat yang ditulisnya tidak mengandung unsur subyek kalimat (S). Perhatikan kalimat berikut ini: “Selain itu, secara umum juga tidak dapat memproses data digital.” dan “Digunakan untuk mengalirkan data ke komputer.” Di mana letak subyek kalimat-kalimat ini?

8. Daftar Istilah dan Singkatan

Daftar Istilah dan Singkatan sangat penting untuk menyampaikan informasi mengenai deskripsi dari penulisan istilah-istilah yang mungkin asing bagi orang awam dan informasi mengenai kepanjangan dari suatu singkatan yang ada di dalam buku. Pertama kali dimunculkan, penulisan singkatan biasanya didahului dengan kepanjangannya, misalnya “… di dalam jaringan Public Swicth Telephone Network (PSTN).” Di dalam tulisan selanjutnya cukup menuliskan “PSTN” saja. Kalau pembaca lupa kepanjangan dari singkatan tersebut, pembaca dengan mudah dapat mencarinya di Daftar Istilah dan Singkatan.

Iklan

Komentar»

1. usman rahmani - Mei 31, 2011

wah boleh tuh kalau sudah jadi kirim dong ,buat acuan saya nati buat !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: