jump to navigation

Enggan Menerima Telepon dari Nomor Fixed (Jakarta) Juli 30, 2010

Posted by ybandung in Kisah dan Pengalaman Pribadi.
trackback

Beberapa waktu terakhir, seringkali handphone saya mendapatkan panggilan dari nomor telepon fixed yang tidak terdaftar di dalam phone book handphone. Nomornya +6221 bla-bla, berarti dari Jakarta. Pengalaman saya, seringnya dari penelpon yang mengaku dari bank atau asuransi menawarkan produk-produk terbaru. Terus terang saya akan malas sekali meladeni staf telemarketing (hampir semua yang pernah menelpon saya berasal dari Jakarta) yang umumnya tidak mengorangkan siapa yang diajak bicara. Berbicara seperti kereta-api yang tidak akan berhenti sebelum sampai stasiun.

Kebetulan, panggilan-panggilan tersebut masuk pada saat saya sedang meeting. Karena handphone diset ‘silent’ dan disimpan, saya tidak mengangkatnya. Saking seringnya nomor tersebut masuk, saya googling dari (kantor) mana telepon tersebut berasal siapa tahu dari mitra yang harus segera difollow-up. Eh, nemunya koq malah satu dari sekian nomor yang ramai dibicarakan di dunia maya. Judulnya menggunakan istilah “penipuan”. Ya sudahlah, tidak saya tindaklanjuti dan saya diamkan saja kalau ada telepon dari nomor berawalan +6221.

Komentar»

1. Anak pontianak - Agustus 2, 2010

Sama

Lagi trend ya …

2. Anak Palembang - Agustus 2, 2010

iya.. apalagi SMS.. Wuiihh buanyaknya.. ga’ tau yah mereka tuh dapat no kita dari mana.

Wah wah …

3. mulyanto - Agustus 2, 2010

Saya juga pernah dikejar2 telemarketing bank X . Sampai hp saya matikan dan ditinggal di rumah. Eh setelah dimatikan 2-3 hari, begitu dihidupkan langsung ada miss call dari telemarketing. Akhirnya saya buka rekening baru di bank lain, dan transfer gaji saya pindahkan ke rekening baru.

Haha .. teknologi komputerisasi contact center, kalau nomor belum berhasil dihubungi pasti akan dimasukkan ke antrian terus secara otomatis hehe ..

4. tavip - Agustus 5, 2010

hati-hati saja .. soalnya sekarnag ini banyak penipuan bia tlfn and sms. ujung2 nya kita malah yg di suruh transfer dll lah. pernah saya di tlfn katanya dari undian xxx saya jawab aja”maaf mas kemarin saya udah dapet, jadi buat yg lain aja ya hadiahnya”
moga2 kapk dah tuh penelepon

5. Pio - Agustus 8, 2010

sebetulnya bukan penipuan….tapi merupakan kerjasama dari bank tertentu dengan pihak asuransi…

yg saya tau….pihak asuransi tdk mendapatkan detil informasi kita, mereka hanya diberikan nama dan no. telp yg bisa dihubungi.
Emang sich…nyerocos ga berhenti kaya kereta api nunggu stasiun berikutnya..tapi pada akhir pembicaraan kita dengan petugas telemarketing tsb…cukup kita bilang “TIDAK”!!! Maka perkataan kita itulah yg direkam dan (pasti) didengar oleh pemimpin dari petugas telemarketing tsb. Cuma memang kitanya jadi capek kalo ada telp terus menerus dan kita cuma bilang TIDAK…hehehe

mas Mulyanto juga ga perlu buka rekening baru….krn apa…tinggal hubungi Bank ybs terus minta ditutup (seandainya saking kita kesal ditelp dan akhirnya mengatakan “YA” pada petugas telemarketing). Dana akan dikembalikan oleh pihak asuransi seandainya telah ada pendebetan. Intinya, jika kita memang mengatakan TIDAK, tdk akan ada pendebetan di rekening, dan jika kita yakin memang kita bicara TIDAK tapi ada pendebetan, maka kita bisa minta bukti rekaman pembicaraan kita dengan pihak telemarketing. Jadi kalo mereka bersalah, kita bisa tuntut balik. Lha wong omong TIDAK, koq malah didebet, sakit kali yeeeeee……

Kalo bicara undang2nya kenapa dari pembicaraan yg direkam bisa dijadikan alat pendebetan ke rek…saya pernah tau (kalo ndak salah) Landasan Hukum UU No. 11 thn 2008 ttg Informasi dan Telekomunikasi Elektronik (UU ITE)

Intinya asuransi bagus juga (walaupun saya ga punya, hehe..terlalu banyak hutang..jadi ga ada dana yg bisa di”lari”kan ke asuransi), ndak ubahnya seperti kita menabung…hanya saja jangka waktu terlalu lama….kalo tabungan rencana seperti Mandiri Rencana, TAPENAS (BNI) atau Mega Rencana kan enak…ada buku tabungan dan kita bisa memilih sendiri jangka waktu dan nominal yg ingin didebet…jadi ndak ubahnya seperti “uang mati”. Tiap bulan wajib nyetor/didebet…dinikmatinya nanti…..di saat yg kita inginkan….

Gettttoooo………mungkin ada opini lain…?? Mohon maaf jika ada yg kurang berkenan atau masih ada yg mengganjal…

Thanks atas sharingnya Mas.

mulyanto - Agustus 9, 2010

Repot amat ngurusin yang terlanjur didebet. Lagian kan betenya juga karena telpon berkali-kali seperti debt collector aja. kalau ngga ada asuransi pendidikan yang masih berjalan, saya tutup rekening bank itu. Terpaksa rekening ngga ditutup, cuman diisi buat bayar asuransi dan uang jajan. Pokoknya kalau ada bank pake telemarketing, saya langsung tutup rekeningnya.

Haha .. pasti kapok kalau menelponnya ke Mas Mulyanto.

6. Pio - Agustus 11, 2010

piuhhh…bener juga mas Mul…capek ngelayaninnya ya….

Hehe ..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: