jump to navigation

Keerom Jan-2011: Pelatihan Digital Learning untuk Guru Tahap II Januari 21, 2011

Posted by ybandung in Rural Digital Learning.
trackback

Pada hari Rabu-Kamis-Jumat, tanggal 19-20-21 Januari 2011 dilaksanakan kegiatan pelatihan digital learning oleh Tim DL ITB-UPI kepada komunitas guru di Keerom Tahap II, melanjutkan pelatihan tahap sebelumnya pada November 2010.

  1. Pada hari pertama, kegiatan pelatihan dilaksanakan di SD Inpres 1 Arso 2 dengan materi penyegaran penggunaan aplikasi-aplikasi digital learning seperti Moodle, Wiki, dan Elgg. Sebagian besar peserta pada kegiatan ini adalah komunitas guru Arso 2-6-7.
  2. Pada hari kedua, kegiatan pelatihan dilaksanakan di SMA YPPK Arso Kota dengan materi pengembangan k0nten dan penyegaran materi Moodle. Kegiatan pada hari kedua ini diikuti oleh 14 guru dari SD Dunumamoy, SMP YPPK, SMPN 5 Arso, SMPN 1  Arso, Pasturan Arso Keerom, SMA YPPK.
  3. Pada hari ketiga, kegiatan pelatihan dilaksanakan di SD Inpres 1 Arso 2. Pada hari ketiga, peserta berasal dari kedua komunitas di Arso yaitu Arso Kota dan Arso 2-6-7.

Bertindak sebagai instruktur adalah Tim UPI yang terdiri Pak Ijang dan Ibu Ita dan Tim DL ITB yang terdiri dari Hendro Agus Santoso, Aditya Arie Nugraha, Bryan Yonathan, Dwi Ramadhianto, dan Aska Narendra. Metode yang digunakan adalah praktek langsung. Instruktur menyampaikan materi ajar, sementara para peserta mempraktekkannya secara langsung pada komputer masing-masing. Beberapa instruktur pendamping bertugas memberikan bantuan kepada peserta untuk mempermudah dan mempercepat penyampaian materi dan pelaksanaan praktek.

:: Suasana pelatihan pada hari pertama, 19 Januari 2011 ::

:: Suasana pelatihan hari kedua di SMA YPPK dan foto bersama ::

:: Suasana pelatihan hari ketiga di SD Inpres 1 Arso 2, 21 Januari 2011 ::

Hambatan

Beberapa hambatan yang dihadapi selama kegiatan pelatihan:

  1. Beberapa guru memiliki pengetahuan yang sangat minim dalam penggunaan komputer, misalnya tidak mengetahui alamat email, tidak dapat mengetik dengan keyboard, dan tidak dapat menggerakkan mouse dengan baik.
  2. Beberapa guru yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya sudah lupa dengan alamat email yang dimiliki serta langkah-langkah pengoperasian Moodle.
  3. Kemampuan guru yang tidak merata dalam menangkap dan mempraktekkan materi ajar.
  4. Beberapa guru kebingungan mengenai informasi password yang dimasukkan ke dalam email atau pun Moodle.
Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: