jump to navigation

Jakarta ke-3: Ambil Paspor Dinas di PKLN Kemdikbud, Legalisir ke Kemenkum HAM Oktober 2, 2013

Posted by ybandung in Penelitian Post-Doc dan Serba-Serbi.
trackback

Hari Rabu tanggal 2 Oktober 2013 saya bersama staf STEI-ITB ke Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (PKLN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk mengambil Paspor Dinas untuk keperluan Post-Doctoral di Siprus. Turun dari travel City Trans rute Dipati Ukur Bandung – Lucky Square Sudirman Jakarta, kami pun tinggal menyeberang menggunakan jembatan Gelora Bung Karno di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta. Di Lantai 7, Gedung C Kompleks Kemdikbud Jalan Jenderal Sudirman, Senayan-Jakarta saya mendapatkan Paspor Dinas dengan Cap Ijin Berangkat ke Luar Negeri (Exit Permit) yang berlaku 2 bulan saja; satu lembar Surat Persetujuan Penugasan Ke Luar Negeri dari Kementerian Sekretariat Negara; serta satu lembar Surat Pengantar Kementerian Luar Negeri untuk pembuatan visa.

Pembuatan visa student/riset ke Siprus dilakukan langsung di negara Siprus, dan saya diminta untuk mengirimkan dokumen langsung ke Siprus yang di antaranya adalah:

  1. Fotokopi paspor yang dilegalisir oleh Kementerian Luar Negeri dan Konsulan Siprus.
  2. Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau Criminal Record yang telah dilegalisir oleh Kementerian Luar Negeri dan Konsulan Siprus.
  3. Surat Keterangan Sehat atau Medical Certificate yang telah dilegalisir oleh dilegalisir oleh Kementerian Luar Negeri dan Konsulan Siprus.

Sebagai catatan: Untuk mendapatkan legalisir dari Kementerian Luar Negeri terlebih dahulu dokumen harus dilegalisir oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Di antara ketiga dokumen tersebut, nomor 2 dan nomor 3 sudah berada di Kementerian Luar Negeri, semestinya sudah selesai karena sudah diajukan beberapa waktu sebelumnya. Berarti saya harus mengurus legalisir fotokopi paspor ke Kementerian Luar Negeri dan Konsulat Siprus.

Setelah mendapatkan paspor dan kelengkapan dokumen lainnya dari PKLN, saya menuju ke Kantor Kementerian Luar Negeri di Jalan Pejambon Jakarta (dekat Gambir) menggunakan ojek yang kebetulan melintas di depan Gedung DIKTI. Dengan kepiawaian Babe yang asli Betawi membawa ojeknya, 20 menit saya pun sudah tiba di Kantor Kementerian Luar Negeri. Sampai di sana saya menanyakan apakah fotokopi paspor dapat langsung dilegalisir oleh Kementerian Luar Negeri. Ternyata tidak bisa, dokumen harus dilegalisir oleh Kementerian Hukum dan HAM terlebih dahulu. Sekalian di sini, saya mengambil hasil legalisir Criminal Record dan Medical Certificate.

Berikutnya saya meluncur ke Kantor Kementerian Hukum dan HAM di Jalan Rasuna Said, Kuningan-Jakarta menggunakan ojek yang mangkal di depan Kantor Kementerian Luar Negeri. Sampai di Kantor Administrasi Hukum Umum (AHU), jam menunjukkan waktu beristirahat. Saya pun menuju kantin tidak jauh dari Kantor AHU, dan memesan ayam bakar dan es teh manis. Wuih murah meriah, 17.000 untuk nasi ayam bakar dengan sambal yang nikmat ditambah es teh 2.000 namun cita rasanya luar biasa mantab. Setelah makan saya pun kembali ke Kantor AHU.

Setelah mengambil nomor antrian ke loket legalisir dokumen, saya menuju meja yang dikawal oleh Sdr. Leli Susanti. Rupanya, sebelum dapat dilegalisir oleh Kementerian Hukum dan HAM, fotokopi paspor harus terlebih dahulu disahkan keasliannya dengan tanda tangan basah oleh Kementerian Luar Negeri. Nah … barusan dari sana, apa harus balik ke sana (Kementerian Luar Negeri, red) lagi? Alternatif lain, fotokopi paspor harus disahkan oleh notaris yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM. Ya ya … saya pilih mencari notaris daripada harus kembali ke Kementerian Luar Negeri. Proses yang sama dengan sebelumnya saya lakukan. Selesai! dua lembar fotokopi paspor dilegalisir oleh notaris. Atas permintaan petugas penerimaan legalisir dokumen, saya memfotokopi satu kali. Kebetulan fotokopi di kantin rusak, jadi saya mesti ke fotokopi belakang Gedung Darma Wanita tidak jauh dari Kantor AHU.

Mengantri lagi dan mendapat giliran, saya menyerahkan satu map kuning berisi dua lembar fotokopi paspor dengan cap notaris dan satu lembar fotokopinya. Selain itu adalah meterai dua buah, fotokopi KTP, dan satu formulir permohonan legalisir. Membayar 2 x Rp 25.000 plus biaya administrasi 5.000 di loket BNI, saya pun mendapatkan resi pengambilan untuk hari Selasa minggu depan. Selesai kesibukan hari ini di Jakarta.

Saya memesan City Trans menuju Bandung dari Plaza Festival persis di seberang Kantor Kementerian Hukum dan HAM. Dapat kursi, saya pun langsung menuju ke lokasi dengan cukup berjalan kaki langsung menyeberang sampai di Plaza Festival.

Komentar»

1. Pengumuman Peserta Lulus dan Diterima CPNS Badan POM Tahun 2013 | Ini cuma iseng doang.. - Desember 24, 2013

[…] dan rohani dari Dokter Pemerintah, yang dikeluarkan per bulan Desember 2013, asli dan fotokopi yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang (RS/Puskesmas)iii. Surat Keterangan tidak mengkonsumsi / menggunakan […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: