jump to navigation

Perjalanan Jakarta-Abu Dhabi-Nicosia Siprus Desember 28, 2013

Posted by ybandung in Penelitian Post-Doc dan Serba-Serbi.
Tags: , ,
trackback

Tibalah waktunya untuk memulai perjalanan ke Nicosia-Siprus (Visit Cyprus) untuk melaksanakan riset post-doctoral di Frederick University yang didanai oleh Erasmus Mundus Strong-Ties Program, Uni Eropa. Menjelang berangkat dan meninggalkan rumah, saya melakukan cek akhir untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal:

  1. Barang bawaan dalam satu koper dan satu tas ransel yang sudah coba ditimbang di rumah agar tidak melebihi 30 kg untuk koper yang akan dimasukkan ke bagasi dan 7.5kg untuk tas yang akan dibawa masuk ke dalam kabin pesawat.
  2. Dokumen perjalanan yakni Paspor dan Print-out Visa yang diterima dari Cyprus via email
  3. Fotokopi Paspor dan Visa disimpan di tempat lain sebagai back-up kalau terjadi masalah seperti hilang dalam perjalanan
  4. Print-out tiket pesawat yang diterima via email dari Strong-Ties Team
  5. Uang secukupnya dalam mata uang Rupiah dan Euro untuk keperluan dalam perjalanan
  6. Kartu Kredit dan Kartu Debit berlogo Visa, Mastercard, Cirrus, Plus serta token internet banking barangkali diperlukan di negara tujuan

Berdasarkan tiket pesawat yang telah saya terima beberapa hari sebelumnya dari Strong-Ties Team di City University London, saya dijadwalkan memulai penerbangan (take-off) pada pukul 01:45 WIB pada hari Jumat dini hari, tanggal 27 Desember 2013 dari Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Etihad Airways nomor penerbangan EY471 rute Soekarno-Hatta Airport (CGK)-Abu Dhabi Airport (AUH). Untuk itu saya pun mencari travel Bandung-Bandara Cengkareng pada Kamis sore sebelum petang, tanggal 26 Desember 2013. Browsing dari Internet, Cipaganti jurusan Bandara di semua lokasi keberangkatan paling sore berangkat pada pukul 16:00. Saya mencari yang lebih sore mendekati petang hari dan mendapatkan tiket X-Trans seharga 110.000 melalui telepon di nomor Call-Center 022-8206255, berangkat dari Hotel De Batara, Cihampelas (depan rumah makan Sapu Lidi, sudah dekat ke perempatan lampu merah Jembatan Layang Pasupati) pada pukul 17:30.

Diantar istri dan anak-anak dan Lek Njung, adik yang kuliah di Telkom Univ., kami berangkat dari rumah di Bojong Koneng – Cikutra sejam sebelum keberangkatan X-Trans atau pukul 16:30 WIB. Mungkin masih suasana libur Natal dan Tahun Baru, jalanan terlihat cukup lengang. Masuk ke Jalan Cipaganti, kami tidak perlu lewat Jalan Bapa Husen (RS Advent) seperti kalau mau maen ke Cihampelas Walk; kami cukup belok kanan di perempatan pertama sejak Jalan Perempatan Cipaganti di bawah Jembatan Layang Pasupati yakni Jalan Prof. Eyckman. Sesaat kemudian sampai di Premier Plaza di Jalan Cihampelas, tinggal lurus sedikit di Jalan Cihampelas dan X-Trans di Hotel De Batara langsung ketemu.

Perjalanan Bandung-Bandara Soekarno-Hatta

Setelah berpamitan dengan keluarga, X-Trans berangkat pada pukul 17:45. Jalan dari Bandung-Jakarta terlihat lancar dan sedikit padat selepas Gerbang Tol Cikarang Utama. Sedikit banyak melewati bahu jalan dengan kecepatan yang membuat kurang begitu nyaman untuk tidur di dalam kendaraan (mendoakan driver agar tidak terlena memegang kemudi juga ketika mengemudi sambil menelpon), kami pun tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 21:00 (sekitar 3 jam 15 menit dari Bandung). Sehubungan dengan tiket penerbangan Etihad Airways, saya seharusnya berhenti di Terminal 2E. Namun sekalian turun  bersama penumpang lain yang akan terbang domestik bersama Garuda, saya pun turun di Terminal 2F. Dari Terminal 2F ke 2E, cukup jalan kaki sedikit yang penting sama-sama di Terminal 2.

Hem .. Terminal 2F tidak asing lagi karena saya sering melakukan perjalanan menggunakan Merpati atau Garuda. Pun beberapa tempat makan di sana yang sudah saya coba. Sempat berhenti sejenak untuk memilih makan malam sebelum masuk ke Counter Check-in. Ada KFC, Baso Malang, Solaria, dan lainnya dan saya memutuskan untuk menyantap makan malam di Solaria. Saya ingin mencoba Kwetiaw Goreng Ayam di Bandara mengingat pengalaman dengan Kwetiaw Goreng Ayam di Solaria Rest Area Tol Cikampek KM 19 yang cukup enak. Pesanan kwetiaw dan segelas teh tawar panas pun datang dan langsung disantap. Dari cita rasa dan tampilan sajian, menu ini masih kalah dengan menu yang sama di Solaria Rest Area KM 19.

Setelah makan malam saya pun masuk ke dalam gedung keberangkatan. Menurut petugas, saya belum bisa melakukan check-in karena masih dipergunakan oleh maskapai lainnya. Saya diminta masuk sekitar pukul 22:30. Membawa satu koper ukuran 60L kurang dari 30 kg dan satu tas ransel ukuran P + L + T 115 cm sesuai ketentuan Etihad Airways, saya meletakkan barang bawaan di trolley yang sekaligus ada sisa tempat untuk duduk sambil menunggu jam buka untuk chek-in. Waktu menunggu pun dapat saya gunakan untuk menelpon dan berpamitan dengan kedua orang tua di Yogyakarta.

Melakukan Check-In dan Melapor di Loket Imigrasi

Waktunya tiba dan saya mengantri untuk masuk ke dalam ruang checkin. Cukup ramai karena kebetulan bersamaan dengan beberapa rombongan menuju Abu Dhabi yang hendak melakukan Ibadah Umroh. Sampai di depan Counter Check-in Etihad Airways, saya menyerahkan print-out tiket berikut dokumen paspor. Koper saya letakkan ke timbangan untuk dimasukkan ke dalam bagasi. Angka menunjukkan 22.5 kg, masih punya jatah 7.5 kg sebenarnya tapi koper 60L sudah penuh sekali. Tas ransel diminta untuk ditimbang dan menunjukkan angka 8.5 kg setelah kamera DSLR Nikon D70s saya keluarkan. Tapi tepat diperbolehkan oleh petugas, saya kurang tahu apakah karena jumlah total bawaan saya masih 5 kg (asumsi ransel dan kamera 10 kg) di bawah ketentuan maksimal 30 kg + 7.5 kg. Agak sedikit memakan waktu karena di sistem komputer, tiket Abu Dhabi – Larnaca masih belum dibuka sehingga tidak dapat diproses boarding pass-nya. Setelah seorang manajer melakukan kontak telepon untuk membuka tiket Abu Dhabi-Larnaca, akhirnya dua boarding pass saya dapat dicetak (satu boarding pass Jakarta-Abu Dhabi dan satu lagi Abu Dhabi-Larnaca). Saya diminta untuk membayar airport tax sebesar 150.000.

Tip: Pastikan barang-barang bawaan yang berisiko dan tajam seperti korek api, gunting, pisau, jarum/jarum suntik, pemotong kuku dan sejenisnya tidak dimasukkan ke dalam tas yang akan dibawa ke kabin melainkan disimpan di dalam tas koper yang dimasukkan ke dalam bagasi pesawat. Barang bawaan seperti air minum biasanya akan diminta dibuang ketika melewati pemeriksaan keamanan bandara sesaat sebelum masuk ruang tunggu boarding. Bahan-bahan berbahaya dan tidak semestinya sudah pasti tidak diijinkan untuk dibawa baik ke bagasi maupun kabin.

IMG_3010

:: Dua boarding pass kelas Economy untuk Jakarta-Abu Dhabi dan Abu Dhabi-Larnaca Cyprus ::

2013-12-27 10.47.18

:: Tas ransel yang akan dibawa masuk ke kabin pesawat juga dilabel Etihad Airways ::

Check-in selesai dan berikutnya menuju ke Gate E5 seperti tercetak di boarding pass untuk menunggu waktu masuk ke dalam pesawat. Terlebih dahulu harus melewati loket imigrasi bandara dan saya memilih loket yang diberi tanda untuk orang Indonesia. Saya serahkan paspor biru saya (paspor dinas) dan boarding pass sambil menunggu petugas imigrasi melakukan validasi. Sesaat kemudian petugas berdiri dan mengajak saya masuk ke dalam Kantor Imigrasi Bandara di sebelah loket tanpa penjelasan apa pun. Saya disuruh duduk di ruang tunggu Kantor Imigrasi Bandara yang penuh asap rokok dan petugas imigrasi tadi masuk ke dalam ruang kerja dengan membawa paspor dinas dan boarding pass saya. Sambil berdoa mudah-mudahan tidak ada masalah dengan paspor dinas saya, lima menit kemudian petugas imigrasi keluar dan memberikan paspor dinas saya berikut boarding pass saya serta mempersilakan saya masuk menuju gate yang dituju. Petugas mengatakan paspor saya tidak terdeteksi oleh komputer dan harus divalidasi di kantor. Ada sedikit kekurangan yang berhubungan dengan sistem keamanan komputer, demikian kira-kira penjelasannya. Lega, akhirnya saya pun masuk dan menuju Gate E5. Sampai di loket pemeriksaan rupanya ada perubahan gate, saya diminta menuju ke D4 dan langsung balik kanan menuju D4.

IMG_3016

IMG_3013

IMG_3014

:: “Sinterklaas sudah datang dari Spanyol ke Ursula, membawa kado banyak untuk anak yang baik”, kira-kira demikian nyanyian anak saya di playgroup yang menantikan kado Natal dari Sinterklaas ::

Sambil menunggu Gate D4 dibuka, saya berbincang dengan penumpang lain asal Indonesia yakni Pak Joko dari Ujung-Berung Bandung yang juga memiliki tujuan yang sama, Larnaca-Siprus, dan bekerja pada perusahaan offshore di Kota Limassol-Siprus. Sebelum masuk ke dalam ruang tunggu, petugas di lorong memeriksa semua barang bawaan yang dibawa oleh penumpang. Saya pun diminta meletakkan tas ransel di atas meja dan membuka tas. Di dalam tas ransel Eiger saya ada tiga tas lagi, yakni tas ransel yang lebih kecil, tas kamera DSLR, dan tas pinggang Eiger. Petugas memeriksa tas ransel yang ada di dalam tas ransel tersebut. Semuanya baik dan saya masuk ke dalam ruang tunggu dengan menunjukkan boarding pass kepada petugas di pintu masuk ruang tunggu. Boarding pass saya mendapatkan tanda stabilo hijau.

Di Dalam Pesawat Jakarta-Abu Dhabi dan Tiba di Abu Dhabi

Tidak lama kemudian para penumpang dipanggil sesuai dengan urutan warna stabilo di boarding passnya masing-masing. Dengan mudah saya dapat menemukan kursi sesuai nomor yang tertera di boarding pass karena pramugari berdiri di pinta masuk pesawat dan menunjukkan arah kepada masing-masing penumpang sesuai nomor kursi. Memasukkan tas ransel di tempat penyimpanan barang kabin pesawat, saya pun duduk manis di kursi yang lengkap dengan bantal dan selimut serta headset untuk menikmati sajian multimedia melalui display di depan tempat duduk masing-masing.

Pilot menyapa penumpang dalam Bahasa Arab dan diterjemahkan dalam Bahasa Inggris oleh seorang pramugari. Waktunya take-off tiba dan setiap penumpang diingatkan untuk mengencangkan sabuk pengaman (seat-belt). Dini hari itu pun kami terbang bersama Etihad Airways menuju Abu Dhabi dengan jarak tempuh kurang lebih 8 jam 20 menit seperti tertera di boarding pass. Abu Dhabi lebih lambat 3 jam dibanding Jakarta (WIB), sehingga pesawat akan mendarat di Abu Dhabi pada pukul 07:05 waktu Abu Dhabi (GMT/UTC + 04:00). Pramugari membagikan secari brosur yang berisi daftar rincian menu yang dapat dipilih oleh penumpang pada waktu sesaat setelah pesawat take-off dan sarapan pagi.

Menu yang tersedia pada dini hari itu adalah noodles, sandwich dan aneka minuman. Karena sudah makan malam kwetiaw goreng, saya memesan sandwich dan segelas teh panas. Sebagai pengantar tidur, sebentar saya mencoba untuk memutar film Wolverine yang tersedia di koleksi film. Melihat beberapa penumpang merebahkan badan di kursi-kursi yang longgar penumpang dan kebetulan lima deret kursi di tempat saya duduk hanya berisi dua penumpang masing-masing di ujung deret, saya pun ikut mencoba untuk tidur dengan mengakses dua setengah kursi. Lumayan sebagai penghemat tenaga dalam perjalanan 8 jam lebih di dalam pesawat. Pada pagi harinya makan pagi dan bersiap-siap tiba di Bandara International Abu Dhabi.

IMG_3023

IMG_3027

IMG_3025

IMG_3030

IMG_3031

IMG_3028

:: Suasana di dalam Bandara Abu Dhabi ::

Setelah melapor ke loket Etihad di Bandara Abu Dhabi, saya ditunjukkan untuk menuju ke Gate 40. Sebetulnya bisa juga langsung membaca di monitor informasi dengan menyesuaikan nomor penerbangan dan jadwal keberangkatan. Nomor penerbangan saya selanjutnya adalah EY 93 dengan jadwal penerbangan 09:15-11:35 (lama penerbangan 4 jam 20 menit, Larnaca lebih lambat 2 jam dibanding Abu Dhabi) dan jadwal waktu boarding adalah 08:15 (sejam sebelum take-off). Sebelum masuk ke ruang tunggu, para penumpang harus melewati loket pemeriksaan keamanan bandara. Tas ransel, jaket, jam tangan, handphone, ikat pinggang, dan mungkin sepatu harus dimasukkan ke dalam ruang uji keamanan dan penumpang melewati pintu detektor.

IMG_3034

IMG_3035

IMG_3036

:: Menunggu waktu boarding di Gate 40 ::

Di Dalam Pesawat Abu Dhabi-Larnaca dan Tiba di Larnaca

Waktunya boarding, para penumpang dipanggil untuk naik ke pesawat melalui pintu Gate 40 dan naik bus Etihad untuk menuju pesawat tujuan Larnaca. Pesawat yang berkapasitas kurang lebih 150 penumpang dan tidak sebesar pesawat yang digunakan dari Jakarta-Abu Dhabi berangkat menuju Larnaca dengan jarak tempuh sekitar 4 jam 20 menit.

2013-12-27 11.42.53

2013-12-27 11.45.25

:: Menggunakan bus menuju ke pesawat Etihad tujuan Larnaca ::

2013-12-27 13.49.50

:: Menu makanan di pesawat Etihad Abu Dhabi – Larnaca ::

Pesawat Etihad dengan kode penerbangan EY 93 Abu Dhabi-Larnaca dengan selamat mendarat di Bandara Larnaca, Siprus yang memiliki perbedaan waktu 2 jam lebih lambat dari Abu Dhabi, atau 5 jam lebih lambat dari WIB. Akhirnya saya menjejakkan kaki di negara Republik Siprus yang berada di sebuah pulau terbesar ketiga di Eropa, di dalam peta persis di bawah Turki. “Cyprus, I’m coming.” Siprus adalah negara kedua yang menggunakan bahasa resmi Bahasa Yunani (Greek) dan kami pun memasuki Bandara Larnaca dengan disambut oleh tanda bertuliskan abjad Yunani dan terjemahannya dalam Bahasa Inggris. Membaca tulisan berabjad Yunani saya belum sanggup kecuali sederhana sekali, kalau mengartikan artinya tentu sangat tidak mengerti sama sekali. Selanjutnya saya harus melapor ke bagian imigrasi terlebih dahulu agar dapat masuk ke negara Republik Siprus. Menyerahkan paspor dan visa sementara (print-out) untuk pemeriksaan dan stempel di paspor, saya pun dipersilakan untuk masuk ke negara Siprus. Horee…!

IMG_3038

IMG_3044

:: Disambut dengan ramah oleh tulisan “Welcomes You to Cyprus”

Dari Larnaca Menuju Nicosia, Ibukota Republik Siprus

Setelah tiba di Larnaca terus ke mana? Ya, saya harus melanjutkan perjalanan ke Nicosia yang merupakan ibukota dari Republik Siprus. Saya tidak perlu khawatir bagaimana caranya menuju ke Nicosia, karena Officer Strong-Ties di Frederick University, Marianna, telah mengirim email bahwa taksi akan menjemput di Bandara Larnaca dengan membawa tulisan nama saya dan mengantarkan ke studio apartment tempat saya akan tinggal selama di Siprus. Saya akan bertemu partisipan Strong-Ties lainnya dari National University of Science and Technology, Pakistan yakni Waqar Asif yang akan melaksanakan riset level Ph.D. Benar saja, begitu keluar melalui pintu kedatangan, seseorang telah membawa papan nama bertuliskan nama saya dan Waqar Asif. Kami pun langsung bersama-sama  meninggalkan area kedatangan.

IMG_3045

:: Keluar Bandara Larnaca untuk menunggu taksi yang akan membawa kami ke Nicosia ::

Cuaca di Siprus cukup dingin bagi saya yang terbiasa dengan hawa Bandung yang di kisaran 20-30C, sementara di sini 5-15C. Sekilas melihat warga Siprus di sini hampir semuanya mengenai jaket, bahkan beberapa saya lihat menggunakan jaket yang cukup tebal. Mungkin karena dingin, sang driver taksi pun menghisap rokok sambil mengemudikan taksinya.

IMG_3048

:: Wuih, orang sini berjaket tebal sementara jaket made-in Bandung yang saya pakai terlalu tipis ::

IMG_3052

IMG_3053

:: Pemandangan dalam perjalanan Larnaca – Nicosia, indah sekali! ::

Setelah sekitar 45 menit menempuh jarak Larnaca-Nicosia sekitar 45 km, kami tiba di Pallaouriotissa di mana kami akan tinggal di salah satu studio apartement di sana. Kami akan tinggal di Agiou Andreou Street, jalan yang cukup ramai namun tidak padat. Kendaraan yang melintas rata-rata lari dengan kecepatan yang cukup tinggi, mungkin 60-80 km/jam sehingga meskipun tidak padat tetap saja sulit bagi saya untuk menyeberang jalan. Apalagi saya belum mengenal kebiasaan di sini. Jadi harus ekstra waspada ketika menyeberang jalan.

IMG_3058

:: Sudah sampai di Nicosia, tepatnya Agiou Andreou Street di Pallaouriotissa ::

Tiba di studio apartment, kami disambut oleh landlord atau pemilik apartement yang mungkin sudah dikontak oleh Marianna bahwa kami akan datang hari Jumat siang. Kami pun diberikan kunci kamar masing-masing, dan langsung beristirahat setelah menempuh perjalanan Bandung-Jakarta-Abu Dhabi-Larnaca-Nicosia yang memakan waktu total 24 jam lebih.

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih kepada orang-orang yang luar biasa sangat membantu dan ramah, Dr. Chrysostomos Chrysostomou, Dr. Christos Themistos, dan Marianna Michael dari Frederick University Cyprus yang telah banyak membantu selama kurun waktu tahun 2013 ini, mulai dari mempersiapkan aplikasi sampai dengan mengatur perjalanan ke Nicosia-Siprus ini. Juga kepada Anna Hajduk, Strong-Ties Team dari City University London yang juga sangat membantu khususnya terkait dengan berbagai informasi seputar pelaksanaan mobilitas, dokumen aplikasi beasiswa, confirmation letter, insurance card, dan tiket pesawat pp. Terima kasih juga kepada Prof. Andrea Melloni dari Politecnico di Milano yang pernah memberikan rekomendasi untuk melamar beasiswa Strong-Ties di Politecnico di Milano, Italia.

Saya juga mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada institusi saya Institut Teknologi Bandung dan khususnya Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Pak Dekan dan staff yang sangat membantu. Terima kasih kepada kedua Wakil Dekan STEI, Dr. Jaka Sembiring dan Dr. Dwi Hendratmo yang dalam beberapa kali kesempatan terpisah sering mendorong saya untuk mencari program beasiswa di luar negeri. Terima kasih yang tidak terhingga kepada rumah saya di kampus tercinta, KK Teknologi Informasi ITB, yang telah memberikan dukungan penuh sehingga saya dapat sampai di Nicosia-Siprus. Terima kasih kepada Dr. Alexander A. Iskandar (FMIPA-ITB) sebagai Koordinator Strong-Ties Institut Teknologi Bandung yang telah banyak membantu dan memberikan nasehat agar saya mengambil level Post-Doc dibandingkan dengan level Staff. Terima kasih kepada Dr. Armein Z.R. Langi, Kepala KKTI-ITB dan Dr. Mervin T. Hutabarat, Kepala PPTIK-ITB, atas surat rekomendasi yang sangat penting bagi saya.

Pada akhirnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi keluarga besar saya, khususnya Bapak-Ibu “Pak’e-Buk’e” di Minggir-Sleman dan Ibu di Atambau-NTT beserta keluarga besar, yang tidak henti-hentinya memberikan doa restu untuk anak-anaknya tercinta. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada istri tercinta, Dik Levy Beti, dan kedua putri kecilku, Mba Erina dan Dik Putri, yang mengiklaskan ayahnya dinas luar selama 180 hari. Semoga Ayah tidak nakal lagi karena pergi untuk jangka waktu 180 hari ya. Love you all!

Terima kasih juga kepada segenap pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, terima kasih banyak.

Salam hangat dari Nicosia-Siprus.

Nicosia City Center - Nicosia

Artikel terkait:

  1. Sekilas Tentang Kota Nicosia, Ibukota Republik Siprus

Komentar»

1. Perjalanan Bandung-Nicosia, Siprus dengan Etihad Jakarta-Abu Dhabi-Larnaca | Weblog Ayo Wisata Dunia - Januari 6, 2014

[…] Note: Tulisan ini dimodifikasi dari artikel yang saya tulis sebelumnya di link ini. […]

2. A.Rispiaga - Januari 7, 2014

Sukses selalu pak, semoga dilancarkan dan dimudahkan segala urusannya.

ybandung - Januari 12, 2014

Terima kasih banyak Pak Rispiaga, sukses selalu ya Pak.

3. aWi - Januari 13, 2014

detail sekali dari mulai persiapan sampai perjalanan yang dihadapinya. Makasih mas Dung. Menjadi inspirasi untuk bisa pergi kesana juga

ybandung - Januari 13, 2014

Hayo Mas Anton, segera submit ke INTACT. Menurut pandangan saya, Mas Anton perlu memasukkan sedikit tentang research activities juga Mas. Semoga sukses Mas Anton.

Terima kasih banyak untuk oleh-olehnya dari Medan ya Mas: http://ayowisata.wordpress.com/2013/12/03/bolu-gulung-zulaikha-oleh-oleh-khas-medan/

4. septafiansyah - Januari 19, 2014

Cerita pak Bandung selalu inspiratif, sukses study post-doc nya pak.

ybandung - Januari 20, 2014

Terima kasih banyak Mas Septa, semoga sukses juga dengan Pak Septa ya. Sebetulnya saya hanya ingin berbagi pengalaman saja Mas, karena pernak-pernik atau hal-hal kecil urusan di negeri ini seringkali menyita waktu dan energi. Semoga sedikit pengalaman yang saya bagikan dapat bermanfaat bagi para sahabat yang memerlukan.

Salam kepada Mas Wildan dan rekan-rekan.

Salam saya,
–Bandung

5. septafiansyah - Januari 25, 2014

Betul sekali pak, terkdang urusan yang kecil dapat menjadi urusan besar jika tidak intens diselesaikan. Oh iya pak saya, kang wildan dan kang dana sudah menyelesaikan studi, kemungkinan besar akan melanjutkan studi di ITB lagi,.. mohon doakan lancar ya pak Bandung

ybandung - Januari 26, 2014

Betul Mas, harus telaten saja. Sedikit demi sedikit pasti beres segala urusan.

Sip kalau Mas Septa sudah belum Mas? Selamat dan sukses ya Mas. Salam kepada Mas Wildan dan rekan-rekan, banyak selamat.

6. Astri - November 24, 2015

Salam kenal pak. Akhirnya ketemu juga artikel pengalaman orang indonesia ke cyprus. Yang saya mau tanyakan tentang visa, karena tidak ada penjelasan rincinya. Apa bapak sama sekali tidak mengurus visa di konsulat Cyprus di Indonesia? Karena dari poin 2 saat memeriksa barang-barang sebelum berangkat, di situ ditulis “Dokumen perjalanan yakni Paspor dan Print-out Visa yang diterima dari Cyprus via email”. Apakah ini artinya untuk visa juga mereka yang urus dan bapak tinggal terima jadi saja? Mohon penjelasannya karena saya juga ada rencana diterbangkan ke sana dengan disponsori. Terima kasih sebelumnya.

ybandung - November 26, 2015

Salam kenal saya. Saya mengurus berbagai dokumen untuk memperoleh visa ke Siprus, khususnya visa untuk keperluan student/penelitian. Silakan search artikel di halaman blog saya ini dengan mengetikkan Cyprus atau Siprus. Saya datang juga ke Konsulat Cyprus di Jakarta untuk meminta legalisir dokumen yang kemudian saya kirimkan ke universitas di sana untuk selanjutnya dibantu pembuatan visa-nya. Saya menggunakan salinan entry permit (visa) dengan masa berlaku 15 hari yang saya peroleh via email, sementara aslinya saya peroleh setelah berada di Cyprus. Demikian dan semoga bermanfaat.

7. Ivan - Agustus 28, 2016

Pak, apakah ada foto-foto studio apartment yang bapak tempati untuk dishare? Mau lihat hehe

8. Ivan - Agustus 28, 2016

Halo Pak, apakah ada foto-foto tempat tinggal disana untuk dibagikan? Mau lihat hehe

ybandung - Agustus 31, 2016

Terima kasih atas komentarnya. Sepertinya belum sempat saya share. Namun dari sisi bangunannya mirip dengan bangunan-bangunan di link ini: https://ybandung.wordpress.com/2014/03/15/indahnya-pallouriotissa-nicosia-di-sore-hari/#more-3765

Ivan - Agustus 31, 2016

Bolehkah saya tau nama tempatnya? Dan mau tanya juga, kira-kira pengeluaran per bulan berapa selama tinggal disana termasuk akomodasi?

ybandung - September 14, 2016

Mas, silakan melihat ke weblog saya yang lain untuk melihat price list di Cyprus sekitar 2014 di sini: https://ayowisatadunia.wordpress.com/2014/06/03/price-list-in-cyprus-2014/

Biaya bulanan tersebut sudah termasuk air bersih dan Internet. Biaya tambahan ke studio/apartment pada umumnya adalah biaya listrik bulanan yang bergantung penggunaan. Pada musim dingin di Cyprus (pengalaman saya Des-Jan-Feb, penggunaan penghangat ruangan akan mengkonsumsi listrik lebih banyak. Semoga membantu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: