jump to navigation

Perjalanan ke Yangon Myanmar untuk RCCIE 2016 dan Kolaborasi ITB-YTU Oktober 2, 2016

Posted by ybandung in Perihal Penelitian, Seminar Ilmiah dan Poster.
trackback

Akan mengikuti Regional Conference on Computer and Information Engineering (RCCIE) 2016 di Yangon Technological University (YTU), Yangon Myanmar, kami bertiga bersama Pak Yusep Rosmansyah dan Pak Rinaldi Munir berangkat dari Bandung sekitar pukul 03.30 pagi start dari Gasibu menuju Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Selain agenda RCCIE 2016, saya dan Pak Yusep juga ditugaskan oleh STEI-ITB untuk presentasi dalam rangka membangun kolaborasi antara ITB-YTU, termasuk di antaranya untuk mempresentasikan rintisan program master internasional STEI-ITB. Perjalanan hari Minggu itu terasa lancar tanpa kemacetan sama sekali. Sempat singgah sekitar 1 jam di Rest Area KM 42 Tol Jakarta-Cikampek, sekitar pukul 7.30 pagi kami telah bersiap untuk melakukan check-in Malaysia Airlines di Terminal 2D.

Pesawat berkode MH0712 diberangkatkan sesuai jadwal yakni 9.40 dan menempuh jarak sekitar 735 miles dalam waktu 2 jam. Perjalanan pagi hari dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng hampir selalu didera rasa kantuk yang luar biasa karena harus sudah berangkat dini hari dari Bandung. Beragam media hiburan yang disediakan di dalam pesawat pun urung dinikmati dan lebih memilih untuk memejamkan mata selama dalam penerbangan.

Waktu transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) hanya sebentar saja. Bahkan ketika kami telah memasuki bandara, kami pun harus langsung bersiap masuk gate untuk pemberangkatan berikutnya ke Yangon Myanmar dengan pesawat yang berbeda. Kuala Lumpur – Yangon berjarak sekitar 1016 miles dan ditempuh selama 2 jam 40 menit. Baru pertama kali mengangkasa di atas Myanmar, kesan saya Myanmar terlihat sangat hijau yang menandakan tanah Myanmar sangat subur. Selain itu, sesaat sebelum mendarat saya dapat melihat hamparan pagoda-pagoda berwarna keemasan yang menyembul dari kehijauan tanah Myanmar. Sungguh indah pemandangan negeri yang waktunya terpaut 30 menit lebih lambat dari WIB Indonesia.

Tiba di Yangon International Airport (RGN), kami menarik uang kas bermata uang Kyats dari ATM yang tersedia di dalam Bandara. Uang 1 Kyats kira-kira setara dengan 10 Rupiah, untuk memudahkan perhitungan. Rupanya Panitia RCCIE yakni dosen (Mr. Nay Min Htaik dan Mrs. Thandar Soe dari Computer Engineering and Information Technology Department) dan mahasiswa Yangon Technological University (YTU) telah menjemput para peserta konferensi. Kami pun diberangkatkan menuju hotel tempat kami menginap yakni Summit Parkview Hotel yang berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari Bandara Internasional Yangon.

Komentar»

1. Menikmati Suasana Yangon Setibanya di Myanmar | Yoanes Bandung & Activities - Oktober 9, 2016

[…] Setibanya kami di Yangon International Airport (RGN), kami dijemput oleh Panitia RCCIE 2016 dari Yangon Technological University untuk diantar ke penginapan kami di Summit Parkview Hotel. Dalam perjalanan kami mengetahui bahwa pengguna jalan melaju di sebelah kanan, berbeda dengan di Indonesia yang berada di sebelah kiri. Namun uniknya kami melihat posisi kemudi ada yang di sebelah kiri dan ada yang di sebelah kanan. Belum pernah saya temui di negara lainnya yang saya kunjungi. Di Kamboja, kendaraan melaju di sebelah kanan namun posisi kemudi saya lihat semuanya di sebelah kiri. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: