jump to navigation

Selesaikan Proposal Program Riset ITB 2014 Batch II Maret 10, 2014

Posted by ybandung in Kumpulan Kiat dan Tutorial, Menulis Proposal Riset.
trackback

Waktu weekend yang biasanya saya gunakan untuk menulis laporan riset post-doctoral dua mingguan, kali ini saya gunakan untuk menulis proposal Program Riset ITB 2014 Batch II. Kebetulan batas waktu submisinya adalah hari ini, Senin tanggal 10 Maret 2014, pukul 24:00 WIB. Setelah berjibaku Jumat-Sabtu-Minggu, akhirnya pukul 00:05 GMT+2, proposal dapat saya selesaikan dan saya kirim ke rekan peneliti di kampus untuk diproses submisinya. Hanya akan ada dua keputusan dari komisi penelitian, Approved atau Denied. Apa pun hasilnya akan selalu saya syukuri dan menjadi pembelajaran untuk menjadi semakin baik. Semoga …

Beberapa highlight atau hal penting yang mendapat perhatian saya berdasarkan buku panduan adalah sebagai berikut.

  1. Ringkasan Proposal atau abstrak harus dipersiapkan dengan seksama dan selengkap mungkin sesuai dengan panduannya yaitu berisi cakupan riset maupun inovasi, sasaran, nilai kecendekiawanan maupun kemitraan serta luasnya dampak yang dihasilkan. Saya mencoba untuk membuat narative hook yang baik dan berbobot, yaitu kalimat pertama di dalam tulisan kita yang diharapkan dapat menjadi penarik minat pembaca (reviewer) untuk membaca lebih lanjut proposal kita. Saya membayangkan jika kalimat pertama saja sudah tidak menarik bagi kita, apalagi bagi para reviewer, ya akhirnya proposal kita hanya akan masuk kotak dan bersiap untuk mendapatkan keputusan denied. Pengalaman saya, kita harus “nurut banget” dengan buku panduan untuk apa pun program risetnya termasuk yang diselenggarakan oleh Dikti atau Ristek, karena penilaian proposal kita akan didasarkan kepada poin-poin yang akan dinilai sesuai di buku panduan.
  2. Pendahuluan harus memuat latar belakang permasalahan dari topik riset/inovasi yang diusulkan sebagai justifikasi betapa pentingnya usulan tersebut untuk dilakukan. Demikian ditulis di dalam buku panduan. Ya, saya setuju sekali. Kira-kira pengetahuan yang pernah saya peroleh mengatakan betapa hebatnya riset yang akan dilakukan, betapa rumit dan susahnya riset yang akan dilakukan, tetapi kalau tidak memiliki arti penting (signifikansi) bagi pembaca atau khalayak keilmuan tentu akan menjadi sia-sia. Bagaimana dengan pendapat para Sahabat?
  3. Tujuan adalah penjabaran lebih lanjut setelah kita merumuskan permasalahan yang akan diteliti. Saya sendiri sangat menikmati dalam mendeskripsikan tujuan di dalam proposal penelitian yang saya tulis. Pertama-tama saya akan merenungkan kembali rumusan masalah (research problem, research statement) yang telah dinyatakan sebelumnya dan kemudian menentukan tujuan umum dari riset yang akan dilakukan. Setelah itu, saya mencoba untuk memerinci tujuan umum menjadi beberapa (tiga, empat, atau lima) tujuan khusus dan menjabarkannya secara lebih detil.
  4. Metodologi dan Peta Jalan (Roadmap) Riset dan Inovasi. Metodologi tentu sangat penting di dalam penelitian ilmiah karena selain menjadi pegangan kita di dalam kegiatan meneliti, metodologi akan menjadi khasanah keilmuan yang dapat digunakan oleh peneliti lainnya untuk mengkaji, mengkritisi, atau mengembangkan lebih lanjut penelitian yang pernah kita lakukan. Peta jalan sangat membantu saya dalam melakukan “research traveling & exploration”, seperti halnya peta sangat saya butuhkan di dalam perjalanan wisata dan eksplorasi tempat-tempat baru🙂. Peta jalan pada umumnya dibuat dalam kurun waktu lima tahun dan senantiasa perlu diperbaharui, seperti halnya saya sering memperbaharui rute-rute yang akan dilalui untuk menuju tujuan (destinasi) wisata. Peta jalan sangat membantu saya dalam menentukan topik-topik penelitian yang akan dilakukan termasuk topik-topik penelitian akhir yang saya tawarkan kepada mahasiswa. Harapannya, mahasiswa dapat lebih mudah untuk memulai penelitian karena sebetulnya meneruskan penelitian-penelitian yang sudah ada, yang tentunya juga diperkaya dengan studi literatur terbaru.

Selain masalah substansi penulisan proposal, masalah administrasi pengajuan proposal tidak kalah penting untuk diperhatikan, termasuk di antaranya adalah target keluaran yang dijanjikan, biodata peneliti yang dipersiapkan dengan baik, lembar pengesahan yang lengkap, serta kesesuaian penulisan proposal dengan format atau template yang diberikan.

Saya ucapkan selamat meneliti kepada para Sahabat peneliti semuanya. Semoga sukses.

Komentar»

1. kharmanaadjah - November 2, 2014

Thanks infonya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: